Warga Karawang “Patroli” Pantau Tanggul Sungai Citarum

KARAWANG  – Sejumlah warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, secara bergantian melakukan “patroli” di tanggul Sungai Citarum, untuk memantau kondisi tanggul sungai yang sudah bocor di beberapa titik.

“Kondisi tanggul Citarum di Desa Telukbango dan sekitarnya sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi warga secara bergantian memantau kondisi tanggul,” kata Ahmad Jayadi, anggota Pengurus Karang Taruna Kecamatan Batujaya di Karawang, Kamis.

Warga khawatir tanggul Sungai Citarum di daerahnya jebol, karena beberapa tahun lalu tanggul Sungai Citarum di desa itu pernah jebol hingga mengakibatkan banjir parah.

“Kami takut kejadian jebolnya tanggul Sungai Citarum di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, pada tahun 2013 terulang kembali,” tambahnya.

Selain melakukan patroli memantau kondisi tanggul Sungai Citarum, warga juga menambal titik-titik tanggul yang sudah mulai bocor.

Penambalan dilakukan dengan menggunakan karung berisi pasir, kemudian ditempelkan di sekitar tanggul. Hal tersebut dilakukan secara gotong-royong.

Sementara itu, kegiatan patroli memantau kondisi tanggul Sungai Citarum tidak hanya dilakukan warga Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

“Jadi sekarang, saat kondisi Citarum naik. Warga Kecamatan Rengasdengklok, Batujaya hingga Pakisjaya melakukan patroli tanggul sungai Citarum,” sebut Jayadi.

Bahkan setiap malam warga di tiga kecamatan itu secara bergantian ronda di tanggul Citarum. Jika ada tanda-tanda air sungai Citarum meluap, warga yang ronda membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya.

Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam menyusul semakin meluasnya daerah yang dilanda banjir hingga 26 kecamatan.

Sekretaris Daerah setempat, Acep Jamhuri, mengatakan, saat ini banjir sudah merendam hampir seluruh wilayah di Karawang. Kondisi itu terjadi akibat tingginya curah hujan yang membuat beberapa sungai meluap.

Dari 30 kecamatan yang ada di Karawang, 26 kecamatan diantaranya dilanda banjir.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang, sekitar 14 ribu rumah yang terdiri atas 15.754 keluarga dan 47 ribu jiwa terdampak banjir.

“Setelah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, status kebencanaan menjadi tanggap darurat dari sebelumnya siaga,” katanya. (Ant)

Lihat juga...