Warga Miskin di Pamekasan Capai 16.000 Orang

PAMEKASAN  – Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Baddrut Tamam, menyatakan, jumlah warga miskin di wilayah itu mencapai 16 ribu orang, sesuai hasil pendataan terbaru yang dilakukan pemkab.

“Data ini menunjukkan bahwa angka kemiskinan masih tinggi dan ini perlu terus kita perhatikan melalui program yang berpihak pada upaya pengentasan kemiskinan,” katanya di Pamekasan, Sabtu.

Mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini lebih lanjut menjelaskan, pemkab telah mencanangkan program terintegrasi guna menekan angka kemiskinan ini, antara lain berupa perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan program keluarga harapan, dan bantuan pelayanan medis melalui program BPJS Kesehatan.

“Ini program yang bersifat sosial, dan selain itu, kami juga mencanangkan program bantuan yang bersifat ekonomi,” kata Baddrut.

Bupati muda yang berpasangan dengan mantan Kepala Desa Bujur Barat, Raja’e ini, menjelaskan, program pemberdayaan ekonomi yang dicanangkan Pemkab Pamekasan kali ini adalah pembentukan dan pembinaan wirausahawan baru.

Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan di Pamekasan bisa terbentuk sedikitnya 10 ribu wirausahawan selama kurun waktu lima tahun.

“Tahun ini, kami telah menganggarkan untuk melatih sebanyak 2.500 pengusaha baru, dan hingga akhir tahun 2024 kami menargetkan sebanyak 10 ribu,” katanya, menjelaskan.

Baddrut lebih lanjut menjelaskan, pembentukan pengusaha baru ini sebagai ikhtiar Pemkab Pamekasan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkeadilan.

Saat ini, sambung dia, pertumbuhan ekonomi di Pamekasan baru mencapai 5,2 persen dan melalui program ini diharapkan bisa meningkat.

Menurut Baddrut, sasaran pembentukan pengusaha baru yang dicanangkan dirinya itu pada warga yang hidup pengangguran.

Sebab, sambung dia, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Pemkab Pamekasan, jumlah angka pengangguran di Pamekasan saat ini sebanyak 13 ribu orang.

“Jika program pembentukan 10 ribu pengusaha baru ini sukses dan terlaksana sesuai dengan harapan, maka perkiraan kami, pengangguran tinggal 3.000 orang saja,” katanya.

Sementara itu, guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata, Pemkab Pamekasan juga telah mencanangkan program desa tematik, yakni sebuah program yang mengharuskan agar masing-masing desa fokus pada pengembangan ekonomi tertentu berdasarkan potensi yang ada di masing-masing desa itu. (Ant)

Lihat juga...