Waspada Penyakit Menular, Distribusi Hewan Ternak Dibatasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Rabies, anthrax, brucellosis, avian influenza (flu burung) dan hog cholera, menjadi bagian dari 25 penyakit, yang masuk dalam penyakit hewan menular strategis (PHMS).

“Penyakit ini penyebaran atau penularannya sangat cepat, dan dapat menyebabkan kematian pada hewan ternak. Jika ini terjadi, bisa dipastikan menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi,” papar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, Lalu Muhammad Syafriadi, saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (26/2/2020).

Tidak hanya itu, penyakit tersebut juga ada yang masuk kategori menular, dan membahayakan nyawa manusia (zoonosis).

“Penyakit ini, menjadi prioritas pencegahan dan pemberantasannya di Jateng. Kita batasi keluar masuknya hewan ternak, dari daerah endemik penyakit ke Jateng. Termasuk kita optimalkan peran satuan tugas Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) yang ada di perbatasan Jateng. Termasuk kita tingkatkan biosekuritinya,” tambahnya.

Ditegaskan, pengawasan tidak hanya untuk hewan hidup, namun juga produk daging segar maupun olahan.

Pihaknya secara tegas, menolak masuk beragam hewan, produk hewan (segar dan olahan), maupun hasil ikutan lainnya dari wilayah tertular penyakit.

“Kita juga lakukan pengawasan, di rumah-rumah pemotongan hewan maupun peternakan secara intensif juga dilakukan pemantauan dan pemberian tambahan vaksinasi. Jangan sampai kita kecolongan,” tegas Lalu.

Kewaspadaan dini juga dilakukan, melalui kegiatan surveilans, monitoring dan investigasi, terutama untuk mengetahui kejadian penyakit sedini mungkin.

Caranya dengan melakukan pemeriksaan dan pengujian sampel hewan, oleh Laboratorium Tipe B bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner.

Tidak lupa dalam kesempatan tersebut, dirinya juga meminta kepada masyarakat, untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Termasuk dengan mencuci tangan menggunakan sabun.

“Kita juga sarankan, agar masyarakat memakai alat perlindungan diri (APD) setiap kali kontak dengan hewan dan produknya, serta menjaga daya tahan tubuh dengan gizi, olahraga dan istirahat yang cukup,” pungkas Lalu.

Lihat juga...