32 Orang di Sikka Masuk ODP Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sejak  merebaknya virus corona, hingga Jumat (20/3/2020) untuk Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) Covid-19 mencapai angka 32 orang dari sebelumnya minggu lalu yang hanya 11 orang saja.

Minggu kedua bulan Maret 2020, jumlah ODP Covid 19 masih sebanyak 11 orang yang terdiri dari 7 siswi SMSK Frateran Maumere yang baru kembali dari Jepang dan Italia, beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 2 pasien rujukan dari Kabupaten Lembata.

“Untuk Kabupaten Sikka sampai saat ini ada 32 orang berstatus ODP dan bisa berkembang pesat seperti terjadi di daerah lain,” kata Bupati Sikka provinsi NTT, Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (20/3/2020) usai rapat pembahasan penanganan Covid 19 di aula Balibangda Sikka.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo yang ditemui usai rapat koordinasi penaganan virus Covid 19 di aula Balitbangda Sikka, Jumat (20/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Robi sapaannya,untuk kebijakan lock down Pemerintah Kabupaten Sikka masih menunggu instruksi presiden dan untuk sementara pencegahan dilakukan social distance atau menjaga jarak dengan orang lain.

“Kami juga melakukan edukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait Covid 19 dan pencegahannya. Kita juga telah meliburkan sekolah dan perguruan tinggi selama 14 hari ke depan hingga tanggal 4 April 2020,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, ketua DPRD, setwan dan staf, wakil bupati Sikka, beberapa kepala dinas dan staf, 7 siswi SMAK Frateran Maumere dan masyarakat lainnya berstatus ODP.

Status ODP diberikan karena mereka, kata Petrus, memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

“Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19. Terhadap seorang bayi yang baru turun dari kapal barang dari Surabaya dan tenaga kesehatan sudah melakukan pemeriksaan tetapi belum ada hasilnya,” ujarnya.

Mengenai adanya pasien ODP asal Kabupaten Nagekeo yang hendak dirujuk ke RS TC Hillers Maumere, Petrus tegaskan belum ada petunjuk dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan sudah dikordinasikan.

Petrus berharap agar setiap orang berstatus ODP dari kabupaten lain jangan merujuk kalau belum ada konfirmasi dari provinsi sehingga jangan karena ketakutan lalu pasien dirujuk ke RS TC Hillers Maumere.

“Petugas medis tetap melakukan pemantauan terhadap ODP yang diisolasi di rumah masing-masing atau lokal isolasi. Mereka tidak diperkenankan beraktivitas selama 14 hari sejak kedatangannya di Kabupaten Sikka,” terangnya.

Sejak merebaknya Covid 19 Pemerintah Kabupaten Sikka kesulitan tenaga kesehatan untuk memantau masyarakat yang datang dan berangkat melalui Bandara Frans Seda Maumere dan Pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Sementara kita kesulitan untuk pegawai di pelabuhan dan bandara sehingga bupati Sikka telah menginstruksikan kepada kami untuk merekrut relawan,” ungkapnya.

Lihat juga...