32 Warga Sikka Berstatus ODP, 1.811 Orang Karantina Mandiri

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Jumlah warga di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur yang bestatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun yang masuk kategori karantina mandiri selama 15 hari mengalami peningkatan drastis.

Bila sehari sebelumnya jumlah ODP sebanyak 14 orang dan jumlah warga yang harus melaksanakan karantina mandiri berjumlah 586, maka pada Selasa (24/3/2020) sesuai data Posko Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka jumlahnya bertambah signifikan.

“Jumlah warga Kabupaten Sikka yang masuk kategori ODP sebanyak 32 orang dan yang harus menjalani karantina mandiri sebanyak 1.811 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Selasa (24/3/2020) malam.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, provinsi NTT, Petrus Herlemus, Selasa (24/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Petrus mengatakan, pasien ODP bertambah sebanyak 18 orang,  sedangkan yang harus melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari bertambah menjadi 1.225 orang bila dibanding sehari sebelumnya.

Dirinya beralasan, selama dua hari terakhir banyak warga kabupaten Sikka dari berbagai wilayah di Indonesia yang terinfeksi virus Corona kembali ke Sikka menggunakan kapal laut maupun pesawat terbang.

“Dari jumlah tersebut yang sudah menjalani screening oleh petugas dari dinas kesehatan sebanyak 1.843 orang. Jumlah tersebut termasuk penumpang kapal Pelni KM Lambelu yang baru tiba semalam,” tuturnya.

Selain itu, tambah Petrus, pihaknya sudah memulangkan dua pasien ODP asal Lembata KM dan YM, di mana KM telah selesai menjalani operasi usus buntu dan kondisinya terus membaik dan sehat.

Dalam perawatan di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere, kata dia, KM didampingi istrinya YM, keduanya dirujuk dari kabupaten Lembata saat masa karantina 14 hari telah selesai.

“Saat datang ke RS TC Hillers Maumere, mereka sudah 14 hari tiba di Indonesia dari Inggris. Pasiennya sudah sehat, sehingga dipulangkan ke daerah asalnya di Lembata,” terangnya.

Kedua pasien, kata Petrus, diantar oleh petugas medis dari RS TC Hillers Maumere menggunakan mobil sejak siang hari, dan tiba di pelabuhan Larantuka, dan diangkut ke Lembata menggunakan kapal.

Dirinya menambahkan, selama 10 hari menjalani perawatan di ruang Isolasi RS TC Hillers Maumere, KM yang merupakan pasien usus buntu dan istrinya YM mematuhi semua ketentuan sesuai Standar Operasional Prosedut (SOP) yang ditetapkan World Helath Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia.

“Kondisi keduanya baik-baik saja dan sehat, sehingga dipulangkan ke Lembata tadi siang diantar oleh petugas dari RS TC Hillers Maumere,” terangnya.

Sementara itu Bupati Sikka, mengatakan pihaknya mengambil kebijakan memperbaiki asrama putra di RS TC Hillers Maumere yang sudah tidak terpakai untuk berjaga-jaga dan akan dipergunakan menampung Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Renovasi yang dilakukan melibatkan personel TNI AL,TNI AD, Polres Sikka serta Tagana dan BPBD Sikka, bersama tukang bangunan, sehingga pengerjaan pembangunan diperkirakan akan rampung dalam kurun 4 hari ke depan sejak Selasa (24/3).

Lihat juga...