Ahli Teliti Gejala Covid-19 pada Pencernaan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Indikasi gangguan pencernaan yang berkaitan dengan paparan Covid-9, dilaporkan oleh beberapa pasien positif Covid-19. Ini mendorong penelitian yang lebih lanjut terkait gejala virus tersebut melalui keluhan pada saluran pencernaan. 

Farmakolog Klinis, Drs. Julian Afferino, MS., Apt., menyatakan postulat ini digunakan oleh para peneliti Departemen Pathology Universitas Peking saat melakukan penelitian dan otopsi pada 18 pasien SARS.

“Postulat ini menyatakan, bahwa Covid-19 masuk ke tubuh melalui ikatan spike coronavirus dengan ACE 2,” kata Julian, saat dihubungi, Kamis (26/3/2020).

Ia memaparkan, bahwa saat masuk ke sel, coronavirus akan bersirkulasi dengan sel imun.

Farmakolog Klinis, Drs. Julian Afferino, MS., Apt., saat dihubungi, Kamis (26/3/2020). –Foto: Ranny Supusepa

“Sel-sel imun yang bersirkulasi membawa virus ke organ lain untuk menginfeksi sel-sel kekebalan limpa, kelenjar getah bening dan jaringan limfoid lainnya. Ini mengakibatkan kekebalan tubuh makin melemah, yang mengarah pada pneumonia berat,” jelasnya.

Dengan cara yang sama, coronavirus masuk dan beredar melalui aliran darah menginfeksi organ lain.

“Sehingga pasien yang kekebalan tubuhnya terganggu karena penyakit kronis, memiliki risiko lebih besar dengan tingkat keparahan yang tinggi. Inilah alasan mengapa bisa ditemukan coronavirus pada usus,” ujar farmakolog, yang merupakan anggota dari Indonesian Pharmacist Association of Functional Medicine.

Tapi, Julian menegaskan penelitian terkait mekanisme penyebaran Covid-19 ini masih panjang.

“Terkait SARS-CoV2 ini masih belum dipahami sepenuhnya. Sehingga selama ini, pemahaman masih diinterprestasikan berdasarkan postulat-postulat yang dibangun dan diyakini para ahli,” tandasnya.

Anggota Satgas Covid-19, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P., yang dihubungi terpisah, menyatakan terpaparnya saluran pencernaan oleh Covid-19 merupakan hal yang mungkin terjadi.

“Sebagian virus yang sampai ke saluran pencernaan akan menimbulkan gejala diare. Walaupun ini hanya sedikit ditemui,” ujarnya.

Menurut data yang diperoleh oleh peneliti di Cina, dari seluruh korban hanya ditemukan tiga persen yang menunjukkan gejala di saluran pencernaan.

Dan, penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Gastroenterology menyebutkan, 48,5 persen dari 204 pasien yang mengikuti penelitian menyatakan adanya keluhan pada saluran pencernaan. Seperti diare, muntah dan sakit perut.

Lihat juga...