AJI Bandar Lampung Minta Jumpa Pers Dihindari

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov), pemerintah daerah Kabupaten dan Kota serta jajarannya di Lampung menghindari jumpa pers dengan model tatap muka.

Hendry Sihaloho (kanan) ketua AJI Bandarlampung dan Dian Wahyu Kusuma (kiri), Sekretaris AJI Bandarlampung di kantor AJI Bandar Lampung, Kamis (26/3/2020). Foto: Henk Widi

Hendry Sihalolo, ketua AJI Bandar Lampung dalam keterangan yang diterima Cendana News menyebutkan, pihaknya melihat sejumlah instansi masih menggelar jumpa pers secara tatap muka. Kondisi tersebut membuka potensi ruang penyebaran virus Corona.

Ia melanjutkan, jumpa pers (press conference) bisa diganti dengan alternatif tatap muka jarak jauh. Metode yang digunakan bisa melalui video conference dan streaming. Jumpa pers tatap muka menurutnya hanya efektif dilakukan dalam kondisi mendesak. Hal yang sama akan diterapkan dalam proses wawancara secara doorstop.

“Hindari wawancara doorstop yang membuat jurnalis berdekatan dengan narasumber dan jurnalis lain, sekaligus berpotensi melakukan kontak fisik dalam kerumunan saat proses wawancara,” ujar ketua AJI Bandar Lampung, Hendry Sihaloho, Kamis (26/3/2020)

Menurut Hendry, semua pihak perlu berupaya menekan penyebaran virus Covid-19 termasuk jurnalis. Patuh terhadap anjuran physical distancing.

“Kami segera mengirimkan surat kepada pemprov dan Pemda di provinsi Lampung, termasuk DPRD dan kepolisian, agar menerapkan Protokol Keamanan Liputan Covid-19,” tegasnya.

Selain itu mengamini Hendry Sihaloho, Sekretaris AJI Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma juga mengimbau perusahaan media menyediakan atau memberikan pendanaan kepada koresponden atau kontributor untuk membeli perlengkapan keselamatan kerja, seperti masker, hand sanitizer, dan sarung tangan sekali pakai.

Selanjutnya perusahaan media perlu secara rutin menyelenggarakan kegiatan disinfeksi di lingkungan kerja masing-masing. Lalu, perusahaan media perlu memerhatikan keamanan dari acara yang akan diliput jurnalis.

Pada penulisan berita untuk publikasi media massa sepatutnya menghindari penggunaan judul yang semata untuk menarik perhatian orang alias clickbait. Sebaliknya, media perlu berusaha untuk tetap fokus melakukan tugas mengawal upaya penanggulangan krisis, agar dampak yang ditimbulkan di masyarakat bisa diminimalkan.

Media juga diminta memberi berita positif agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Lihat juga...