Akhir Mei Sirkuit Balap Motor Sampit Ditargetkan Selesai

Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi (topi putih), berfoto dengan salah satu peserta Motorprix Open Race 2020 di Taman Kota Sampit, Minggu (8/3/2020) – Foto Ant

SAMPIT – Pembangunan sirkuit balap motor Kota Sampit di Jalan Jenderal Sudirman Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ditargetkan selesai akhir Mei mendatang.

“Insyaallah tahun ini bisa digunakan. Kalau tidak selesai tepat waktu, risikonya berat bagi pelaksana, dinas maupun pihak terkait. Bahkan Minggu (8/3/2020), pekerja beraktivitas sampai malam, mereka bekerja sampai pukul 23.30 WIB,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kotawaringin Timur, Najmi Fuadi disampingi Kepala Seksi Standarisasi dan Infrasturktur Olahraga, Feri Nugraha Suprangadi, di Sampit, Senin (9/3/2020).

Ada tiga pekerjaan utama dalam proyek besar tersebut. Pembangunan lintasan, tribun, paddock atau garasi peserta. Kemudian pembangunan fasilitas pendukung. Semua pekerja digenjot agar pembangunan selesai tepat waktu, namun tetap mengedepankan kualitas pekerjaan.

Saat ini pembangunan sirkuit sudah menginjak tahun ke dua. Capaian saat ini, untuk pembangunan lintasan sudah mencapai 70 persen, persiapan tribun dan paddock baru 30 persen. Luas lahan untuk lintasan 20 hektare dari 40 hektare lahan yang tersedia. Panjang lintasan 1,4 kilometer, terdiri dari sembilan tikungan, garis start 10 meter, mengerucut 8 meter. Sejak dua pekan terakhir, pembangunan dimaksimalkan hingga malam hari.  Secara keseluruhan, pembangunan sirkuit ini sudah hampir 80 persen.

Pengerjaan lintasan sudah tahap timbunan dan mulai masuk pengerasan, selanjutnya penyelesaiannya dengan pengaspalan. “Tribun baru 30 persen. Kemarin sempat ada keterlambatan karena faktor cuaca hujan terus menerus, di samping itu ada permasalahan lahan tapi Alhamdulillah seiring berjalan waktu, kini berjalan lancar,” tambah Feri.

Pembangunan sirkuit Sampit menghabiskan dana Rp22 miliar untuk fisik, ditambah biaya perencanaan dan pengawasan sekitar Rp512 juta. Akhir Maret atau awal April nanti Dinas Pemuda dan Olahraga Kotawaringin Timur akan mengundang pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat untuk melihat lintasan sirkuit tersebut. Sesuai kewenangan, organisasi ini yang nantinya berhak mengeluarkan izin penggunaan lintasan sirkuit.

Kehadiran sirkuit diharapkan dapat berdampak positif terhadap perkembangan olahraga otomotif di Kalimantan Tengah, khususnya di Kotawaringin Timur. “Pembangunan sirkuit ini bertujuan untuk menyalurkan hobi balap motor untuk meraih prestasi, serta mengurangi kecelakaan akibat balapan liar. Bupati mengharapkan nanti saat peresmian lintasan sirkuit itu sekaligus ada kejuaraan, minimal tingkat lokal,” tandas Feri Nugraha.

Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi, saat membuka Motorprix Open Race 2020 pada Minggu (8/3/2020), memohon maaf karena kejuaraan tahunan tersebut masih dilaksanakan di Taman Kota Sampit, yang disulap menjadi sirkuit dadakan karena pembangunan sirkuit belum selesai.

“Tahun ini pembangunan Sirkuit Sahati itu selesai, jadi paling lambat tahun 2021 sudah bisa digunakan. Tapi diupayakan tahun ini juga sudah bisa kita gelar event di sirkuit tersebut,” tandas Supian Hadi. (Ant

Lihat juga...