Antisipasi Penyebaran Covid-19, ITN Malang Perpanjang Kuliah Daring

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Seiring dengan semakin meningkatnya penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, melalui Surat Edaran Rektor terbaru tertanggal 26 Maret 2020, memutuskan untuk memperpanjang proses pembelajaran daring yang semula hanya sampai 29 Maret 2020, diperpanjang sampai berakhirnya semester genap 2019/2020.

Pihak ITN juga melarang semua kegiatan mahasiswa yang berpotensi mengumpulkan massa/kerumunan seperti seminar, workshop, kuliah tamu, inagurasi, dan kegiatan organisasi mahasiswa baik himpunan maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

“Benar, mahasiswa ITN Malang berlanjut kuliah online dari rumah (kos) sampai akhir semester genap 2019/2020. Jadi, tidak ada libur kuliah. Tapi Mahasiswa tetap harus rajin komunikasi dengan dosen, dan selalu mengikuti perkembangan (materi kuliah dan kampus),” ujar rektor ITN, Dr.Ir. Kustamar, MT., saat dikonfirmasi via WA, Minggu (29/3/2020).

Menurut Kustamar, online learning tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi tak terkecuali ITN. Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) menjadi standar online learning ITN Malang ditunjang dengan aplikasi lain seperti ZOOM, email, WA dan lain sebagainya.

“Pada dasarnya secara bertahap semua mengarah ke SPADA, dimana bahan ajarnya sudah kami cantumkan link sehingga mahasiswa tidak perlu ribet lagi,” ucapnya.

Namun demikian untuk saat ini diutamakan yang paling mudah digunakan untuk interaktif. Tergantung kesepakatan dosen dan mahasiswa mau memakai pembelajaran online seperti apa.

Sedangkan untuk praktik bisa memakai data-data lama, dan untuk kompetensi keterampilan bisa dilaksanakan saat kondisi sudah kondusif. Guna menunjang pembelajaran, platform online yang bisa diakses mahasiswa saat ini adalah fasilitas perpustakaan.

“Fasilitas akses yang disediakan ialah e-print dan koleksi karya dosen dalam repository,” terangnya. Lebih lanjut, menyikapi mahasiswa semester akhir yang akan dan sedang menempuh skripsi, Kustamar menyarankan mahasiswa untuk menggunakan data sekunder.

Hal Ini untuk membantu mahasiswa dalam penyusunan skripsi mengingat terbatasnya waktu dan kesempatan untuk keluar rumah serta bertemu dosen pembimbing.

“Materi (skripsi) disarankan yang dapat menggunakan data sekunder. Seperti topik, optimasi desain, studi literatur, dan lain-lain. Nanti untuk bimbingan bisa lewat WA, ujian dan seminar bisa memakai aplikasi yang bisa untuk teleconference,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Prodi Sarjana Terapan (D-4), Teknik Mesin Industri, Aladin Eko Purkuncoro, ST., MT, mengaku langsung menerapkan SPADA dalam kuliah daring. Sedangkan untuk praktiknya sementara diganti dengan kegiatan yang bersifat psikomotorik sesuai mata kuliah.

“Sejauh ini kuliah daring sudah berjalan sangat bagus. Kami bisa saling berkomunikasi dengan mahasiswa sehingga materi kuliah tetap bisa tersampaikan baik. Meskipun beberapa mahasiswa tidak bisa ikut kuliah daring dengan alasan kuota. Kami tentunya sangat berharap semua mahasiswa terus berupaya mengikuti kuliah daring karena dari situ akan ada kuis dan ujian,” pungkasnya.

Lihat juga...