Asam Pedas Sambal Binjai, Pelengkap Hidangan Bikin Ketagihan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Menikmati kuliner akan semakin lengkap dengan adanya tambahan sambal. Sambal binjai, salah satu alternatif pelengkap hidangan sambal berbahan buah.

Nory, warga Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung menyebut binjai mudah diperoleh di pasar tradisional sebagai bahan sambal.

Buah binjai atau Mangifera caesia sejenis mangga berwarna coklat yang memiliki rasa harum, rasa masam manis digunakan untuk membuat sambal pedas, Sabtu (21/3/2020). -Foto: Henk Widi

Buah binjai menurutnya merupakan sejenis mangga dengan warna coklat kekuningan. Rasa yang asam buah bernama ilmiah Mangifera caesia itu memiliki ciri khas beraroma wangi namun rasanya asam. Kekhasan rasa, aroma tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membuat sambal pedas, rujak dan manisan. Nory memilih membuat sambal binjai sebagai warisan kuliner keluarga.

Sebagai warga asal Bangka Belitung, buah binjai kerap dijadikan bahan campuran pepes ikan. Sebagai pengganti buah belimbing wuluh buah binjai menjadi bahan sambal yang menggugah selera. Meski nikmat namun buah binjai hanya muncul pada bulan tertentu dalam satu tahun. Sebagai solusi ia kerap membuat sambal binjai lalu dikemas dalam botol yang bertahan lama hingga musim selanjutnya.

“Penampilan buah binjai seperti mangga membuat kita ingin menyantapnya namun rasanya asam,alternatif yang bisa digunakan dengan membuat sambal pedas manis untuk teman makan ikan,ayam,tempe goreng dan sayur yang direbus,” ungkap Nory saat ditemui Cendana News saat melakukan pembuatan sambal binjai, Sabtu (21/3/2020).

Buah binjai yang memiliki daging buah putih susu,berserat mengandung sari buah akan dikupas saat akan dibuat sambal. Pengupasan buah binjai dilakukan memanjang untuk dicampurkan dengan bahan sambal lainnya. Bahan yang diperlukan diantaranya bawang putih,cabai,garam, terasi dan gula merah. Setelah dihaluskan sambal akan ditumis hingga matang.

Nory, warga Teluk Betung, Bandar Lampung mengupas buah binjai yang akan digunakan untuk membuat sambal pedas asam, Sabtu (21/3/2020). -Foto: Henk Widi

Sambal binjai dengan rasa pedas, asam menurut Nory bisa disimpan dalam waktu lama. Musim buah binjai yang matang sejak September hingga Maret membuat ia memilih menyimpan sambal tersebut dalam botol. Sambal yang sudah disimpan dalam botol bisa bertahan lama saat disimpan dalam lemari pendingin. Sambal bisa dihangatkan saat akan dimakan bersama dengan nasi hangat, atam goreng dan sayuran.

“Sambal binjai dengan rasa pedas asam cocok digunakan untuk menikmati lauk ayam goreng dan sayuran setengah matang yang direbus,” bebernya.

Christeva, menyukai sambal binjai dengan rasa asam pedas tepat dinikmati dengan ayam goreng. Rasa gurih dan renyah ayam goreng,tempe goreng semakin lezat saat dinikmati dengan sambal binjai. Sayuran yang direbus berupa bayam,sawi hijau, kacang panjang, daun kemangi dan daun jambu semakin lezat saat dicocol sambal tersebut.

“Rasa gurih ayam goreng semakin lezat dengan campuran sambal binjai yang memiliki rasa segar asam pedas,”tutur Christeva.

Sambal binjai yang memiliki rasa asam pedas menurut Christeva bisa menambah selera makan. Disajikan dengan nasi yang masih hangat, sambal binjai cocok disajikan pagi hari. Sambal tradisional yang dibuat dari buah binjai cocok digunakan sebagai pelengkap sejumlah lauk yang masih hangat.

Menikmati sambal binjai menurut Christeva membuat ia bisa memiliki selera makan lebih. Selama tidak melakukan kegiatan di sekolah ia memilih menikmati sambal binjai bersama keluarganya. Sebab dengan memakan makanan yang bergizi ia bisa menambah daya tahan tubuh selama musim penghujan. Sebab sambal binjai memiliki rasa yang menghangatkan tubuh.

Lihat juga...