Bob Hasan, Manusia Segala Zaman yang Menginspirasi

Editor: Koko Triarko

Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., -Dok: CDN

JAKARTA – Mantan Rektor Universitas Mercu Buana Jakarta, Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM., mengenang sosok Bob Hasan (alm) sebagai tokoh fenomenal. Menurutnya, almarhum bisa dikatakan sebagai ‘manusia segala zaman’ yang banyak memberi inspirasi kebaikan bagi Indonesia.

“Beliau figur fenomenal manusia segala zaman, sejak Orde Lama, Orde Baru hingga akhir hayat terus berkarya. Tentunya patut menjadi contoh sampai akhir hayatnya terus memberi manfaat bagi masyarakat dan itu yang harus ditiru dari sosok beliau,” ungkap mantan rektor yang akriab disapa Aris Soerbarjo, ini kepada Cendana News, Selasa (31/3/2020).

Muhammad Hasan alias Bob Hasan, telah kembali ke Rahmatullah pada pukul 11.00 WIB di RSPAD Jakarta, Selasa (31/3/2020), karena kanker paru-. Sosok almarhum dikenal sebagai Bapak Atletik yang membawa Indonesia terkenal.

Aris Soebarjo mengaku berinteraksi pertama kali dengan sosok almarhum Bob Hasan pada 1995, dalam acara Pekan Raya Hannover. Ketika itu, dia dikenalkan langsung oleh Pak Sapri, sebelum mengikuti rombongan Presiden Soeharto ke lokasi pameran Hannover.

“Oleh Pak Sapri, saya dikenalkan dengan Pak Bob Hasan, dengan menyebut ini Aris, anaknya Pak Hardjo. Jawab beliau, siapa Pak Hardjo? Saya tidak kenal. Saya hanya kenalnya sama Tris. Itu nama ibu saya,” ujar Aris, berkisah.

Diakui Aris, almarhum Bob Hasan semasa mudanya banyak berinteraksi dengan ibundanya di rumah Pejompongan. Dari interaksi pertamanya tersebut, ia menilai almarhum Bob Hasan memiliki sense humor yang tinggi.

“Itu kesan pertama yang saya nilai dari sosok alm Bob Hasan. Di samping sebagai pengusaha yang memiliki jiwa sosial yang tinggi juga memiliki selera humor,” tandas Aris, sembari menambahkan, jika sejak perkenalan itu, Aris dan almarhum kerap bersama, karena Bob Hasan sebagai Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), dan ia sendiri aktif sebagai pelari 10 Kilometer.

Aris juga menceritakan kedekatan alm Bob Hasan dengan HM Soeharto sejak di Semarang, ketika masih menjadi Pangdam.

“Beliau itu dekat dengan alm HM Soeharto sejak 1950, sejak Pak Harto masih menjadi Pangdam di Semarang. Antara Bob Hasan dan Pak Harto memiliki kedekatan yang cukup lama dan baik, atau sejak dari muda,” paparnya.

Diakuinya, alm Bob Hasan sempat menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian di masa Orde Baru. Tapi tidak lama, hanya sekitar dua bulan, sehingga sulit melihat eksistensinya di dalam kabinet Orde Baru tersebut.

Menurut Aris, kiprah alm Bob Hasan memang di dunia usaha dan olah raga atletik. Bagaimana Indonesia bisa dikenal khusus atletik tidak lepas dari peran Bob Hasan, meskipun olah raga itu sendiri belum membudaya, bahkan hingga sekarang.

Menurutnnya, hal tersebut menjadi ‘PR’ bersama, bagaimana mengembangkan bidang atletik di Tanah Air, untuk meneruskan perjuangan Bob Hasan. Karena Indonesia masih memiliki gunung berapi yang aktif dan maritim yang luas.

“Bob Hasan menjadi sosok legendaris di olah raga ateltik. Dia sudah membuktikan bagaimana mengatur pola hidup sehat, hingga mencapai usia 89 tahun,” paparnya.

Bob Hasan, kata Aris, juga banyak mengembangkan pemikirannya, bagaimana Bangsa Indonesia bisa mencintai produk dalam negeri. Bahkan, sosoknya ikut menggaungkan agar Indonesia lebih percaya kompetensi yang dimiliki anak bangsa seperti talenta dokter, tenaga medis yang juga memiliki kompetensi bisa dipercaya.

“Itu ditulis oleh beliau dalam sebuah buku. Bagaimana dia mengajak bangsa ini lebih percaya kompetensi atau keahlian yang dimiliki anak bangsa. Ketika sakit, tidak harus buru-buru berobat ke luar negeri,” katanya, sambil menambahkan jika ia pun mendapat buku karya Bob Hasan tersebut.

Aris berpesan, agar masyarakat setidaknya mampu meneladani sosok Bob Hasan sebagai pengusa yang berjiwa sosial dan pola hidup sehat yang senantiasa diiterapkan almarhum selama hidupnya.

Lihat juga...