BPBD Lebak Waspadai Potensi Longsor di Daerahnya

Ilustrasi lokasi longsor di Lebak Banten – Foto Ant

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mewaspadai potensi longsor dan pergerakan tanah, di lokasi perbukitan dan pegunungan di daerahnya.

Kewaspadaan tersebut sebagai respon, curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, yang terjadi di daerah tersebut. “Kami menerima laporan sejumlah ruas jalan dan jembatan yang menghubungkan jalan Provinsi Banten di kawasan kaki Gunung Halimun Salak terputus akibat longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi, Sabtu (28/3/2020).

Selama ini, cuaca ekstrem yang terjadi adalah, curah hujan kapasitas lebat, sedang dan angin kencang, serta sambaran petir. Tercatat, curah hujan di kawasan kaki Gunung Halimun Salak cukup tinggi dan hujan terjadi hampir setiap hari.

Saat ini, di beberapa ruas jalan Cipanas sampai Muhara, terdapat tiga titik longsor. Di Gunung Julang tercatat dua titik terjadi longsor dan satu Jembatan di Cigobang rusak parah sehingga jalan terputus. “Kami menyampaikan peringatan imbauan kepada warga juga pengemudi angkutan, agar mewaspadai bencana longsor agar tidak menimbulkan korban jiwa,” tandasnya.

Kondisi kawasan perbukitan dan pegunungan di kaki Gunung Halimun Salak sangat rawan longsor. Terlebih jika dilanda hujan dengan curah yang tinggi. Masyarakat Kabupaten Lebak yang tinggal di kawasan tersebut mencapai ribuan Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Muncang, Sobang, Cibeber, Panggarangan, Cipanas, Cilograng dan Bayah. “Kami minta warga yang tinggal di kawasan kaki Gunung Halimun Salak agar meningkatkan waspada longsor dan pergerakan tanah,” katanya.

BPBD Lebak disebutnya, telah menjalin koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas PUPR, PLN,Basarnas, BNPB, Polri, TNI, Distanben, Dinas Kesehatan juga relawan PMI, Tangana dan Lembaga Kemanusian, untuk kewaspadaan tersebut.

Dengan koordinasi tersebut, penanganan pascabanjir bandang dan longsor yang belum lama ini di Lebak bisa dilakukan dengan cepat. Sehingga tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Termasuk kegiatan penyaluran bantuan logistik ke lokasi terdampak juga berjalan cepat. “Kami sekarang selalu siaga selama 24 jam dan membuka Posko Utama di BPBD, karena cuaca ekstrem diprakirakan hingga awal Juni 2020, berdasarkan laporan BMKG,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...