BPS Kota Malang Dorong Masyarakat Lakukan Sensus Online 

Editor: Makmun Hidayat

MALANG  — Terhitung sejak 15 Februari 2020 hingga hari ini 2 Maret 2020, sebanyak 3.900 Kepala Keluarga (KK) di kota Malang telah melakukan Sensus Penduduk (SP) secara online.

Jumlah tersebut bisa dibilang masih jauh dari target Badan Pusat Statistik (BPS) kota Malang yang menargetkan 120 ribu KK bisa melakukan SP online hingga tanggal 31 Maret 2020.

“Sampai saat ini baru 3.900 KK yang sudah SP online. Padahal jumlah KK di kota Malang lebih dari 300 ribu dan kami menargetkan paling tidak ada 120 ribu KK yang bisa melakukan SP secara online hingga batas waktu penutupan SP online,” ujar kepala BPS kota Malang, Sunaryo, ditemui di kantornya, Senin (2/3/2020).

Disampaikan Sunaryo, sensus penduduk online sebenarnya adalah bagian dari sensus penduduk secara keseluruhan. Oleh sebab itu diharapkan partisipasi masyarakat kota Malang bisa lebih tinggi dari kota-kota yang lain, karena masyarakat kota Malang merupakan masyarakat yang melek teknologi dan masyarakat yang dominasi pendidikannya cukup tinggi.

“Perkembangan SP online di Kota Malang memang belum signifikan, oleh karenanya teman-teman media diharapkan bisa mendukung untuk sosialisasikan bahwa SP online itu sangat mudah dan tidak merepotkan,” ucapnya.

Sensus penduduk secara online itu mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. Cukup dengan mengetikan nomor KK dan nomor NIK, kemudian tinggal mengisi isian sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Cukup menyediakan waktu rata-rata 5 menit. Kalau anggota keluarganya ada 4 orang berarti hanya membutuhkan waktu sekitar 20 atau 25 menit,” terangnya.

Bagi kelompok masyarakat yang tidak memiliki waktu banyak untuk wawancara dengan petugas sensus, lebih baik mengisi sensus online.

“Jadi masyarakat yang sedikit waktu, susah ditemui Pak RT, susah ditemui petugas, kami berharap kelompok masyarakat terutama yang punya kesibukan tinggi bisa mengisi SP online,” pintanya.

Hingga batas akhir SP online pada 31 Maret 2020 mendatang, Sunaryo, berharap setiap harinya akan ada peningkatan 15 persen jumlah KK yang melakukan SP online.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang telah melakukan SP online, Alfi, mengaku sudah melakukan sensus penduduk online pada tanggal 25 Februari 2020. Menurutnya, penerapan teknologi pada sensus tahun ini sangat membantu masyarakat dalam pengisian data sensus.

“Mudah, sederhana dan tidak membutuhkan banyak waktu dalam pengisiannya,” akunya.

Lihat juga...