Cegah  Corona,Tempat Wisata TN Kelimutu Ditutup

Editor: Makmun Hidayat

ENDE — Meluasnya penyebaran wabah corona atau Covid-19 membuat berbagai tempat wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus ditutup guna mencegah banyaknya masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata.

Taman Nasional Kelimutu (TNK) di Kabupaten Ende merupakan sebuah tempat wisata yang telah mendunia dengan keindahan danau tiga warnanya di puncak gunung.

“Untuk mencegah risiko penularan Covid-19 bagi pengunjung, petugas, pelaku wisata dan masyarakat, maka Balai Taman Nasional Kelimutu melakukan penutupan kunjungan wisatawan,” kata Persada Agussetia Sitepu, kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Minggu (22/3/2020).

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende, dihubungi, Minggu (22/3/2020). Foto: Ebed de Rosary

Agus sapaannya mengatakan, penutupan dilakukan sesuai surat gubernur NTT mengenai penundaan festival pariwisata dan penutupan sementara tempat wisata dan surat edaran bupati Ende terkait peningkatan kewaspadaan risiko penularan virus corona.

Penutupan, kata dia, juga sesuai dengan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga sejak Minggu (22/3/2020) sampai Jumat (29/5/2020) Taman Nasional Kelimutu ditutup.

“Penutupan dilakukan hingga bulan Mei tetapi akan dilihat perkembangan selanjutnya. Aktivitas para staf dan pekerja di Taman Nasional Kelimutu tetap dilakukan seperti biasa setiap harinya,” ujarnya.

Menurut Agus semenjak meningkatnya wabah virus corona jumlah kunjungan ke Taman Nasional Kelimutu tidak berpengaruh terutama wisatawan lokal dari Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka dan sekitarnya.

Sementara wisatawan asing, kata dia, mengalami penurunan drastis akibat beberapa negara menerapkan lockdown dan isolasi bahkan seluruh wilayah di Provinsi NTT pun telah diberlakukan libur dari segala aktivitas sekolah maupun pekerjaan hingga tanggal 4 April 2020.

“Saya juga heran jumlah kunjungan tidak menurun dari wisatawan lokal meskipun sudah diberlakukan libur selama 14 hari untuk pencegahan menularnya virus corona. Makanya lebih baik ditutup sebab takutnya libur dari aktivitas dimanfaatkan orang untuk berlibur ke tampat wisata,” ungkapnya.

Elisia Digma, salah seorang pelaku wisata atau tour guide juga mengaku telah menghentikan penjualan paket wisata kepada wisatawan dari luar negeri mengingat ditutupnya berbagai tempat wisata akibat penyebaran virus corona.

Menurut Elis, langkah penutupan tempat wisata ini bagus untuk mencegah penulara virus corona sehingga masyarakat seharusnya memanfaatkan hari libur dengan berdiam diri di rumah saja dan tidak boleh berwisata untuk sementara waktu.

“Sebagai pelaku pariwisata tentunya akibat dampak penutupan tempat wisata dan tidak ada kunjungan wisatawan akan membuat ekonomi masyarakat terpengaruh. Banyak orang yang mengandalkan hidup dari sektor ini pun akan mengalami kerugian,” ungkapnya.

Lihat juga...