Cegah Covid-19, TMII Lakukan Penyemprotan Disinfektan per Zona

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengadakan penyemprotan disinfektan massal di seluruh area TMII untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Direktur Operasional dan Pengembangan TMII, Maulana Cholid mengatakan, bahwa TMII telah mengikuti semua arahan yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegahan penularan Covid-19 di kawasan wisata.

“Arahan yang disampaikan gubernur dan presiden, semua sudah kita laksanakan dari mulai penyediaan hand sanitizer atau sabun antiseptik, kemudian penyemprotan disinfektan kita lakukan hari ini. Dan ini akan terus kita lakukan,” kata Maulanda kepada Cendana News ditemui di lobi Gedung Badan Pengelola dan Pengembangan (BPP) TMII, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Direktur Operasional dan Pengembangan TMII, Maulana Cholid saat ditemui di lobi Gedung Badan Pengelola dan Pengembangan (BPP) TMII, Jakarta, Senin (16/3/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Untuk penyemptotan disinfektan di area TMII dilakukan serempak namun disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Kita kan ada 120 hektare, penyemprotan kita bagi per blok atau zona. Hari ini, Senin penyemprotan zona A, meliputi gedung BPP TMII, Sasono Utomo, pintu masuk TMII, Theater Imax Keong Emas, Museum Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, penyemprotan zona A ini juga menyasar ke Sasono Adiguno, Sasono Maganti, Sasono Langen Budoyo, Dunia Air Tawar, Taman Burung, Posko Satpam Puri-puri, dan Gedung Orange.

Adapun penyemprotan zona B, sebut dia, akan dilakukan pada Selasa (17/3/2020) di gedung Sasana Krida, BNI, informasi, BRI, Sasana Kriya, masjid Diponegoro, Sunan Kalijaga, gereja Khatolik, gereja Haleluya, Pura Hindu, Wihara Budha, Sasana Adirasa, Kelenteng Kong Miao, Teater Tanah Air, Museum Pusaka, Museum  Asmat, Museum Timor-Timur, dan Museum Serangga.

Sedangkan zona C, meliputi Museum Bayt Al-Quran dan Istiqlal, Stasiun Kereta Gantung, Aeromovel Taman Budaya, Aeromovel Taman Wisata, Taman Borobudur Mini, Snow Bay, Istana Anak-Anak Indonesia, Museum Komodo, Poliklinik, Taman Melati, Kantor SPK Kaktus), Paud Padepokan, dan TPA Padepokan.

Semua upaya yang dilakukan manajemen TMII, mulai penyediaan sabun antiseptik di setiap pintu masuk TMII, dan juga di titik area lainnya.

Karyawan Taman Burung sedang melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area Taman Burung TMII, Jakarta, Senin (16/3/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Selain itu, diterapkan juga pemeriksaan suhu tubuh bagi pengunjung dengan membuka pos kesehatan di area parkir utara. Di setiap unit wahana wisata juga tersedia fasilitas pencegahan penularan Covid-19. Begitu pula di anjungan dan museum.

“Semua upaya tersebut dilakukan bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung,” ujarnya.

Terkait TMII hingga kini masih buka untuk umum. Maulana mengatakan, kebijakannya sebenarnya buka terbatas karena tidak dapat dihindari lagi adanya keinginan pengunjung untuk mencari data tentang budaya dan sebagainya.

“Ada beberapa penelitian juga di sini untuk mencari data baik itu di anjungan maupun museum. Itu masih tetap kita izinkan,” imbuhnya.

Karena memang seperti biasanya, pengunjung TMII selalu padat, dan rata-rata setiap harinya hampir 20 ribu orang.

“Kisaran 10 ribu-30 ribu, kita rata-ratakan 20 ribu perhari pengunjung. Hari ini sekitar 200 orang, kita masih melayani terbatas,” pungkasnya.

Lihat juga...