Darurat Covid-19, Umat Katolik Lampung Rayakan Pekan Suci di Rumah

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Uskup Keuskupan Sufragan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengeluarkan surat keputusan peniadaan pekan suci Paskah.

Dalam keterangan yang diterima Cendana News, Keuskupan Tanjungkarang mengeluarkan surat keputusan Nomor: 013/SK/III/2020. Surat keputusan tersebut berisi peniadaan ibadah Gerejani dalam masa Pekan Suci Paskah.

Sebelumnya uskup Yohanes Harun Yuwono telah mengeluarkan imbauan peniadaan Ekaristi di seluruh gereja Katolik. Pada Rabu (25/3) surat keputusan baru dikeluarkan mengacu pada instruksi dari pemerintah pusat dan daerah terkait pencegahan penyebaran pandemi corona virus disease (Covid-19). Keputusan itu disebutnya sesuai dengan Dekrit dari Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen yang dikeluarkan Tahta Suci tertanggal 19 Maret.

Uskup Yohanes Harun Yuwono sebagai pemimpin gereja Katolik di Lampung memutuskan dan menegaskan kembali ketentuan pastoral. Ketentuan pastoral tentang ibadah gereja selama masa Covid-19 disebutnya diperpanjang. Semula dalam ketentuan pastoral pada pekan sebelumnya masa darurat hanya sampai 4 April diperpanjang hingga 30 April 2020.

“Selama masa darurat Covid-19 yang diperpanjang ini para imam tetap terikat kewajiban merayakan Ekaristi dan ibadat di komunitas masing-masing tanpa kehadiran umat,” terang Mgr Yohanes Harun Yuwono dalam surat keputusan yang diterima Cendana News, Rabu (25/3/2020).

Mgr. Yohanes Harun Yuwono, uskup Keuskupan Sufragan Tanjungkarang, Lampung dalam acara krisma di Sukabakti, Palas, Lamsel, Minggu (29/9/2019. -Foto: Dok CDN

Ketentuan pastoral penting diantaranya Pekan Suci dirayakan secara sederhana. Tata cara pekan suci diantaranya Perayaan Minggu Palmas, Kamis Putih, Jumat Agung,Malam Paskah dan Minggu Paskah akan dilaksanakan oleh uskup dan atau para imam masing-masing di Katedral, Kapel Keuskupan, Gereja Paroki dan Kapel Radio Suara Wajar tanpa kehadiran umat.

Bagi para biarawan biatawati dan umat dapat mengikuti Perayaan Pekan Suci tersebut dari komunitas atau rumah masing masing. Umat yang tetap berada di rumah juga bisa mengikuti live sreaming atau online di link bit.ly/komsostjk.bit.ly/youtubersw dan Radio Suara Wajar 96,8 FM. Atau streaming radio di http://i.klikhost.net:8000/wajarfm atau http://www.radioforest.net/radio/radio-suara-wajar/744556.

Keputusan tersebut juga mengatur pelayanan Sakramen Pengurapan Orang Sakit dan Sakramentali seputar orang meninggal, baik yang sakit/meninggal di rumah sakit dan atau di rumah kediaman. Kondisi tersebut dilakukan dengan memperhatikan penyebab sakit dan meninggalnya seseorang harus tetap menjadi prioritas pelayanan kegembalaan imami.

“Prosesi pemakaman tetap dengan memperhatikan protokol rumah sakit dan dinas kesehatan,” tegasnya.

Keputusan dan penegasan gerejani tersebut menurut uskup Yohanes Harun Yuwono akan ditinjau sewaktu-waktu melihat perkembangan situasi dan ketentuan pemerintah sipil. Selain mengeluarkan surat tersebut uskup mengajak umat mendoakan orang sakit,mendukung dokter dan tenaga paramedis dan agar para ahli segera menemukan vaksin anti Covid-19.

Surat keputusan tersebut akan diikuti oleh umat Katolik di unit pastoral Bakauheni, demikian diungkapkan Yohanes Widodo. Ketua stasi Santo Petrus dan Paulus, Pasuruan, Penengahan, Lamsel itu menyebut darurat Covid-19 harus dipatuhi. Sepanjang sejarah ia menyebut perayaan Pekan Suci tanpa ke gereja baru dilakukan pada tahun ini.

“Keputusan gerejani oleh bapa uskup tentunya dengan banyak pertimbangan dan sekaligus agar umat tetap tinggal di rumah,bisa merayakan pekan suci secara online,” bebernya.

Sejumlah perayaan ibadah lingkungan,gereja juga telah ditunda sementara waktu. Pelayanan pemberkatan rumah bagi 88 keluarga sementara dihentikan. Namun bagi umat dianjurkan tetap menjalankan devosi selama pra-Paskah hingga pekan suci. Sejumlah doa lingkungan tetap bisa dijalankan di rumah masing masing dengan tetap menjalankan protokol social distancing di rumah masing masing.

Lihat juga...