Disdik Lamsel Belum Putuskan Tambahan Libur Sekolah

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) belum memutuskan tambahan libur sekolah dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Mengacu surat edaran Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto Nomor: 421/0995/IV.02/2020 belajar jarak jauh dilakukan hingga Sabtu (28/3).

Thomas Amirico, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Kamis (26/3/2020). Foto: Henk Widi

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lamsel, Thomas Amirico menyebutkan,  pihaknya yang selama ini mengikuti edaran Pemda Lamsel belum memutuskan menambah waktu libur, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperpanjang waktu libur hingga Minggu (12/3) mendatang.

“Disdik Lamsel selalu mengikuti perkembangan situasi nasional, arahan dari bapak bupati dalam upaya penanganan pencegahan Covid-19 sehingga pemberlakuan belajar di rumah masih menerapkan edaran lama, jika ada surat edaran baru akan segera disampaikan ke lembaga pendidikan,” terang Thomas Amirico saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (25/3/2020).

Mengacu pada surat edaran sebelumnya,Thomas Amirico berharap guru dan siswa bisa memanfaatkan waktu. Sebab meski diliburkan, namun jam kegiatan belajar mengajar (KBM) masih tetap dilakukan memanfaatkan aplikasi.

“Selama kegiatan belajar di rumah Disdik Lamsel juga akan memantau guru apakah berlibur atau tetap melakukan KBM jarak jauh,” bebernya.

Selama masa 14 hari kegiatan belajar mengajar jarak jauh, ia memastikan tidak ada siswa, guru melakukan kegiatan di luar. Koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilakukan dengan melalukan razia.

Selain sistem belajar jarak jauh bagi siswa SD hingga SMA tersebut Disdik Lamsel juga menunggu regulasi pusat terkait peniadaan Ujian Nasional (UN) 2020.

“Keputusan peniadaan UN sudah disampaikan namun opsi lain masih menunggu regulasi terkait sistem penilaian bagi kelulusan siswa,” bebernya.

Topan Hariyono, kepala SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan menyebutkan, kegiatan belajar jarak jauh tetap dilakukan.

“Para murid kami anjurkan mempelajari materi yang telah diajarkan guru pada buku pelajaran masing masing,” ungkapnya.

Meski dianjurkan tetap berada di rumah, sebagai kepala sekolah, Topan Hariyono tetap masuk ke sekolah. Ia menyebut bersama guru piket lain masih tetap memperhatikan kebersihan sekolah.

Selain itu pemeliharaan tanaman obat keluarga (Toga) dan bunga di lingkungan sekolah harus tetap dilakukan. Sebab selama dua pekan tanpa ada murid ke sekolah kondisi sekolah tetap harus terjaga.

Hal yang sama dilakukan oleh Rumsih, kepala TK PGRI Pasuruan di kompleks sekolah yang sama. Meski hanya sebentar ia tetap datang ke sekolah untuk membersihkan ruangan kelas dan halaman sekolah. Pembersihan ruang kelas meski tidak digunakan rutin dilakukan agar tidak menjadi sarang bakteri. Terlebih libur sekolah bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Lihat juga...