Dua Dusun ‘Lockdown’ di Purbalingga Disuplai Bahan Makanan

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Pasca terdapat warga yang positif COVID-19, dua dusun di Kabupaten Purbalingga melakukan lockdown, warga dilarang untuk bepergian keluar dari dusun dan sebaliknya, orang dari luar juga dilarang masuk. Hal ini dilakukan, untuk memutus rantai penyebaran virus.

Dua dusun yang melakukan lockdown yaitu Dusun Bawahan Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang dan Dusun Kecombron Desa Begadas Kecamatan Pengadegan.

“Ada dusun yang warganya terkonfirmasi positif COVID-19 dan mereka kemudian melakukan lockdown, supaya tidak menyebar semakin luas. Saya apresiasi upaya warga dua dusun ini dalam melakukan upaya pencegahan,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Selasa (31/3/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan warga dua dusun tersebut, bupati melakukan pengiriman bahan-bahan makanan. Pengiriman bantuan pangan tersebut langsung dikirim ke balai desa masing-masing.

Di Dusun Kecombron  terdapat 253 kepala keluarga (KK) terdiri 823 jiwa. Sedangkan di Dusun Bawahan terdapat 245 KK terdiri 805 jiwa.

“Kita hari ini mengirimkan bantuan bahan pangan untuk warga dua dusun tersebut, supaya upaya lonckdown yang dilakukan tidak sampai mengganggu ketersediaan pangan untuk para warga,” kata Bupati Purbalingga yang biasa disapa Tiwi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga sendiri sudah melakukan tracking atau melakukan pelacakan terhadap orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif corona. Dan dari data pemerintah desa, ternyata cukup banyak warga dusun yang kontak langsung dengan PDP positif corona.

“Jadi pemerintah desa sudah mendata, ternyata cukup banyak di Gunungwuled dan Bedagas yang pernah kontak langsung dengan pasien positif. Karena itu upaya mereka melakukan lockdown kita dukung dan bentuk dukungan tersebut, salah satunya dengan menyuplai bahan makanan,” terangnya.

Bantuan bahan pangan tersebuti diberikan kepada masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan tingkat risiko tinggi, karena sudah melakukan kontak langsung dengan pasien positif corona.

Menurut Tiwi, lockdown yang dilakukan warga dua dusun menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Purbalingga sudah paham, apa yang harus dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, banyaknya pemudik dari kota besar yang datang ke Purbalingga juga membuat warga di beberapa desa merasa khawatir. Kades Tlahab Lor Kecamatan Karangreja, Dirmanto mengatakan, imbauan pemerintah supaya warga di kota-kota besar tidak pulang terlebih dahulu, ternyata tidak diikuti oleh sebagian besar masyarakat, terbukti masih banyak pemudik yang datang ke Purbalingga.

“Kami yang di desa tidak bisa melarang pemudik untuk pulang kampung, namun kami berharap mereka mempunyai kesadaran untuk melapor dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesampai di desa,” tuturnya.

Lihat juga...