FGI Imbau Bangun Spiritualitas Berbasis Keluarga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Forum Gereja-gereja Indonesia (FGI) mengimbau umat Kristiani untuk beribadah di rumah dengan membangun spiritual berbasis keluarga dalam upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Sekretaris Umum FGI, pendeta Jacklevyn F Manuputy, mengatakan, persekutuan gereja-gereja Indonesia terpanggil untuk terlibat di dalam upaya bangsa menangani wabah Covid-19 sebagai tanggungjawab iman untuk membela dan merawat kehidupan yang lebih sejahtera.

Oleh karena itu, kata dia, sejak tanggal 13 Maret 2020 Persekutuan Gereja-gereja Indonesia telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh anggota gereja-gereja di Indonesia untuk menjaga jarak aman dan memindahkan ibadah yang sifatnya kerumuman baik di gereja maupun luar gereja, dipindahkan di rumah masing-masing.

“Kita mengingat tradisi kristiani yang membangun spiritual berbasis keluarga. Ini saatnya kita mengumpulkan seluruh anggota keluarga membangun kekerabatan dan spritualitas dengan selalu berarah kepada Allah di dalam Kristus yang memberikan kehidupan dengan segala kelimpahan,” kata Jacklevyn pada konferensi pers online bertajuk ‘Pengatur Peribadahan dalam Situasi Wabah Covid’ di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

Di tengah keluarga, menurutnya, bisa saling menguatkan membangun edukasi dan literasi tentang Covid-19. Juga mendidik anggota keluarga untuk bersolidaritas dan peduli kepada mereka yang menderita, terimbas dan meninggal dunia.

Juga solidaritas dengan tenaga medis dan relawan media yang bekerja di garda depan penanggulangan Covid-19. “Kita memanjatkan doa dan bersyukur atas kehidupan pada Allah, serta solidaritas dengan berbagai cara yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Dia menyampaikan, umat Kristiani sebentar lagi akan merayakan Paskah di Minggu mendatang yang didahului oleh Kamis Putih dan Jumat Agung.

Persekutuan gereja-gereja Indonesia telah menyarankan dan mengimbau dengan memberikan panduan teknik peribadatan perayaan Paskah dilakukan dari rumah.

“Ini tidak mengurangi iman, percaya kita yakinlah bahwa Tuhan berkenan kepada seluruh upaya kerja keras yang kita ambil termasuk di dalam pembatasan kerumunan-kerumunan ibadah,” tegasnya.

Semua itu dilakukan demi terjaminnya kehidupan yang berkenan pada Allah, yakni kehidupan yang di dalamnya kesejahteraan semua orang dapat tercipta.

“Kami menganjurkan ibadah di rumah. Tinggal di rumah bukan berarti kita dengan bebas bisa berpiknik. Kita dengan bebas membangun kerumunan yang lain. Tapi kita mengambil jarak aman dari kontak fisik dengan setiap orang,” ucap Jacklevyn.

Saat berada di rumah, dia juga menyarankan agar semua anggota keluarga melakukan upaya produktif untuk melindungi diri dan keluarga, dengan cuci tangan setiap saat dengan sabun dan memakai masker.

“Kita lakukan semua tindakan disiplin di dalam hidup kita. Mari perangi dengan bekerjasama melawan Covid-19. Indonesia pasti bisa,” tutupnya.

Lihat juga...