Gugus Tugas Terbitkan Pedoman Hadapi Penanganan Covid-19

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Memberikan Keterangan Terkait Penanganan pengembangan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (24/3/2020). [Humas BNPB]

JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengeluarkan Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Pedoman ini diterbitkan untuk memberikan panduan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat umum dalam mencegah dan menangani kasus akibat virus corona baru.

“Pedoman ini merupakan hasil identifikasi dan diskusi oleh Kementerian Kesehatan, para organisasi profesi, serta para pakar terbaik di bidang kedokteran, kesehatan masyarakat (kesmas) dan laboratorium,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Pedoman ini juga, kata Doni telah disesuaikan dan sejalan dengan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Covid- 19 terbaru oleh Kementerian Kesehatan yang diperuntukkan untuk tenaga medis. Dokumen setebal 39 halaman tersebut, sebut Doni dapat berubah dan diperbarui sesuai dengan perkembangan penyakit dan situasi terkini.

“Kami berharap agar seluruh lapisan masyarakat, para pemangku kepentingan, para ahli, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dapat mencerminkan semangat gotong royong dan semangat bela negara demi memerangi kasus Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Doni menyebutkan, penyusunan dokumen tersebut merupakan salah satu respon pemerintah yang sigap dan strategis. Di samping pedoman, Gugus Tugas bergotong-royong dengan multipihak untuk menyiapkan dan menguatkan kapasitas sumber daya kesehatan, baik di rumah sakit, laboratorium dan fasilitas kesehatan lain.

“Pedoman yang disusun oleh para pakar ini memiliki beberapa tujuan khusus, yaitu melaksanakan penanganan panduan kesmas, komunikasi informasi dan edukasi masyarakat tanpa tatap muka, manajemen pasien dan rujukan calon pasien, tes cepat dan pemeriksaan laboratorium, manajemen pasien di rumah sakit, karantina dan isolasi serta penanganan pasien meninggal,” jelasnya.

Doni mengharapkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bisa berbagi dengan semua pihak, termasuk media massa untuk mempublikasikan dan membagikan pedoman ini secara luas.

Sebagaimana diketahui hingga saat ini jumlah kasus warga positif terpapar Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 bertambah sebanyak 107 kasus menjadi 686 kasus. Angka kematian bertambah 7 orang menjadi sebanyak 55 orang. Data yang tersebut merupakan kasus yang dilaporkan dari 23 Maret pukul 12.00 WIB hingga 24 Maret pukul 12.00 WIB.

Lihat juga...