Halangi Penyemprotan Disinfektan, Lelaki Mabuk Diamankan Polisi

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Seorang lelaki berbaju kaus merah dan bertato di tangannya terlihat memarahi petugas dari Palang Merah Indoensia (PMI) Cabang Sikka yang bersama dengan para mahasiswa PMKRI Cabang Sikka, GMNI dan PMII sedang melakukan penyemprotan disinfektan.

Lelaki yang sedang d ibawah pengaruh alkohol tersebut pertama kali datang dan memarahi petugas yang sedang melakukan penyemprotan disinfektan di sekeliling lokasi terminal, namun karena tidak digubris lelaki tersebut pun pergi.

“Kelihatannya dia sedang mabuk. Tadi sudah pergi tetapi dia datang lagi diantar oleh temannya menggunakan sepeda motor lalu kembali berteriak dan memarahi petugas yang sedang bekerja,” kata Surja, seorang warga yang ditemui di terminal Lokaria, kota Maumere Kabupaten Sikka, Rabu (25/3/2020).

Surja mengatakan, saat datang kedua kalinya pemuda tersebut berteriak dan mengusir petugas yang sedang bertugas sehingga petugas pun mulai menghentikan aktivitas penyemprotan disinfektan yang sedang berlangsung.

Dirinya mengaku memiliki tempat usaha di sekitar terminal Lokaria dan sejak merebaknya virus corona penumpang berkurang dan angkutan umum pun hanya sedikit yang beroperasi.

“Tempat usaha saya merupakan tempat duduk dan berkumpul orang juga sehingga tadi saya meminta agar dilakukan penyemprotan. Kami bersyukur dengan adanya penyemprotan ini agar bisa menghilangkan virus corona,” ujarnya.

Surja pemilik usaha yang berada di Terminal Lokari kota Maumere saat ditemui di lokasi terminal, Rabu (25/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Surja mengaku mengetahui mengenai virus corona Covid-19 karena sering menonton televisi sehingga saat ada petugas penyemprotan dirinya pun mengarahkan untuk menyemprot di tempat usahanya.

Sementara itu ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sikka, Grave Seda mengatakan, meskipun ada lelaki yang mabuk dan melarang melakukan penyemprotan namun pihaknya tetap masa bodoh dan melakukan aktivitas seperti biasa.

Memang mahasiswa yang ikut membantu sempat ketakutan bahkan lelaki tersebut kata Grave sudah ditenangkan oleh tokoh masyarakat karena berteriak-teriak lantang dan memarahi petugas.

“Dirinya meminta kami untuk tidak menyemprot di areal terminal karena kata dia banyak angkutan yang sering parkir di luar terminal. Kami melakukan penyemprotan hingga ke tempat-tempat usaha yang ada di sekitar terminal,” ujarnya.

Disaksikan Cendana News, tak berselang lama setelah lelaki tersebut beraksi kedua kalinya, sebuah mobil polisi dari Polres Sikka dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Sikka Iptu Mesakh Y .Hetharie, SH bersama dua personel polisi tiba di lokasi terminal Lokaria Maumere.

Lelaki yang sedang mabuk tersebut pun dipanggil dan ditanyai kenapa mennghalangi petugas yang sedang melakukan penyemprotan dan lelaki tersebut terlihat berbicara dengan suara keras.

“Pelaku sedang dalam pengaruh alkohol sehingga kami mengamankannya ke Polres Sikka agar jangan menganggu petugas yang sedang melaksanakan penyemprotan disinfektan,” kata Mesakh.

Disaksikan Cendana News, lelaki tersebut sempat berteriak memarahi petugas yang sedang melakukan penyemprotan disinfektan dan meminta agar jangan melakukan penyemprotan di areal terminal.

Sempat pergi, namun dirinya kembali datang diantar seorang temannya menggunakan sepeda motor tetapi ketika polisi tiba di lokasi temannya pun sudah pergi meninggalkan dirinya.

Lelaki mabuk dan tercium bau alkohol dari mulutnya mengakui tidak menghalangi petugas saat ditanyai anggota polisi dan berbicara dengan suara keras sehingga akhirnya dimasukkan ke dalam mobil polisi dan dibawa ke Polres Sikka.

Lihat juga...