Hanya 1,1 Persen Peserta Tes Cepat di DKI Positif Covid-19

Pemeriksaan test kesehatan cepat (rapid test) untuk menguji sampel paparan Virus Corona COVID-19 – Foto Ant

JAKARTA – Sebanyak 1,1 persen peserta tes cepat Covid-19 di DKI Jakarta, dinyatakan positif terpapar virus corona jenis baru tersebut.

“Hingga 27 Maret 2020, telah dilakukan 10.459 tes cepat, hasilnya 121 orang dinyatakan positif, dan 10.338 orang negatif. Persentase total orang positif COVID-19 hingga 27 Maret 2020 sebesar 1,1 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, Sabtu (28/3/2020).

Tes cepat di Jakarta dilakukan di Jakarta Pusat dengan 641 tes cepat. Hasilnya,  delapan orang positif dan 633 orang diketahui negatif. Persentase orang positif COVID-19 di Jakarta Pusat sebesar 1,2 persen.

Di Jakarta Utara, dilakukan 1.831 tes cepat dengan hasil tujuh orang positif dan 1.824 orang diketahui negatif. Persentase orang positif COVID-19 di Jakarta Utara sebesar 0,3 persen. Di Jakarta Barat, dilakukan 1.511 tes cepat, dengan hasil 41 orang positif dan 1.470 orang diketahui negatif. Persentase orang positif COVID-19 di Jakarta Barat sebesar 2,7 persen.

Di Jakarta Selatan, dilakukan 2.709 tes cepat dengan hasil 11 orang positif dan 2.698 orang diketahui negatif. Persentase orang positif COVID-19 di Jakarta Selatan sebesar 0,4 persen. Di Jakarta Timur, dilakukan 3.615 tes cepat, dengan hasil 51 orang positif dan 3.564 orang diketahui negatif. Persentase orang positif COVID-19 di Jakarta Timur sebesar 1,4 persen.

Di Kepulauan Seribu, dilakukan 12 tes cepat, dengan hasil satu orang positif dan 11 orang diketahui negatif. Persentase orang positif COVID-19 di Jakarta Pusat sebesar 8,3 persen. Di PPKP dilakukan 140 tes cepat, dengan hasil dua orang positif dan 138 orang diketahui negatif. Persentase orang positif COVID-19 di PPKP sebesar 1,4 persen.

Tes cepat tersebut diprioritaskan untuk orang-orang yang berisiko menularkan COVID-19, seperti tenaga medis dan orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP), orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien konfirmasi atau kemungkinan COVID 19 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

ODP adalah, seseorang yang mengalami demam melebihi 38°C atau riwayat demam, gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk, serta memiliki riwayat tinggal di luar negeri dan melakukan perjalanan di area terkena COVID-19. Terdapat dua prosedur pelaksanaan tes cepat yaitu aktif dan pasif.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mendistribusikan 164.000 alat tes cepat COVID-19 ke lebih dari 100 fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Alat tersebut diberi oleh Gugus Tugas Nasional COVID-19 ke Balai Kota Jakarta pada Senin (23/3/2020) malam.

Sementara itu, hingga 28 Maret 2020, pukul 08.00 total pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta sebanyak 603 orang, dengan rincian 43 orang telah dinyatakan sembuh, 134 orang melakukan isolasi mandiri (self isolation) di rumah.

Sebanyak 364 pasien masih dalam perawatan, dan 62 orang meninggal dunia. Serta 479 orang masih menunggu hasil laboratorium. Kemudian, terdapat 61 orang tenaga kesehatan positif COVID-19, yang tersebar di 26 rumah sakit di Jakarta, satu di antaranya meninggal dan dua sedang hamil serta dua orang telah meninggal, berdomisili di Jakarta, namun berasal dari dua rumah sakit di luar DKI Jakarta. (Ant)

Lihat juga...