INILAH LANGKAH PAK HARTO MEMPERTAHANKAN SWASEMBADA BERAS DAN TINGKATKAN PENDAPATAN PETANI

 

Inilah Langkah Pak Harto Mempertahankan Swasembada Beras dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Setelah mencapai swasembada beras pada tahun 1984, Pemerintahan Orde Baru dihadapkan kepada pertanyaan berikutnya, yakni mampukah untuk mempertahankannya, apa langkah-langkah yang musti diambil.

Dalam Temu Wicara pada Kunjungan Kerja ke Subang Jawa Barat (Panen Raya), 2 April 1994, Presiden kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto menyebutkan, mempertahankan Swasembada beras tidak mudah. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya ekstensifikasi atau menambah area sawah serta intensifikasi pertanian dengan menggunakan urea tablet untuk menekan biaya penggunaan pupuk dan meningkatkan produktivitas.

Langkah tersebut diambil setelah dilakukan berbagai penelitian. Dimana penggunaan pupuk curah dinilai tidak efisien dan terdapat berbagai kekurangan. Di antaranya, pupuk yang ditebar tidak merata, terbuang, nyangkut di batang padi hingga hanyut terbawa air.

“Paling tidak 20 persen pupuk curah itu hilang. Untuk bisa dihemat, satu-satunya cara dengan menggunakan pupuk tablet,” terang Pak Harto.

Dengan menggunakan tablet, dapat menghemat hingga 20 persen. Biasanya untuk satu hektare dalam rangka supra insus membutuhkan pupuk 250 kg, dengan intensifikasi menggunakan urea tablet cukup menggunakan 150 hingga 187,5 kg saja.

“Dengan menggunakan urea tablet dapat menghemat hingga 62,5 kilogram per hektare. Di sampingnya menghemat, penggunaan urea tablet juga mampu meningkatkan produksi sebesar 10 persen,” terang Pak Harto.

Selain meningkatkan pendapatan petani secara individu, penggunaan urea tablet juga menguntungkan secara nasional. Yakni meningkatkan produksi beras hingga 10 persen, dari sebelumnya 30 juta ton menjadi 33 juta ton.

Penghematan pemakaian pupuk hingga 20 persen, secara nasional, juga membuka peluang ekspor. 20 persen dari 6 juta ton produksi pupuk nasional dapat diekspor ke negara-negara tetangga dan sekaligus dapat mengurangi subsidi.

“Dalam kerjasama negara selatan-selatan, kita bisa membantu bangsa-bangsa lain yang tidak mempunyai pabrik pupuk dan yang membutuhkan. Tidak ada negara yang punya pabrik pupuk seperti kita, yang mampu memproduksi sampai 6 juta ton,” tambah Pak Harto.

Penggunaan pupuk tablet, selain menguntungkan negara, secara individu petani ikut memperoleh hasil, yakni tambahan penghasilan karena meningkatnya produktivitas, yang sekaligus dapat mengentaskan kemiskinan.

Lihat juga...