Ketidaksetaraan Ekonomi, Isu Utama Hari Perempuan Internasional

Ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Ketidaksetaraan ekonomi menjadi hal yang digarisbawahi Direktur Eksekutif UN Women Phumzile, Mlambo-Ngcuka tepat di Hari Perempuan Internasional.

“Ketidaksabaran terbesar saya adalah tidak bergeraknya ketidaksetaraan ekonomi,” kata Mlambo-Ngcuka, dalam keterangan khususnya memperingati Hari Perempuan Internasional yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Perempuan dan anak perempuan harus menggunakan tiga kali energi anak laki-laki dan pria untuk mengurus rumah tangga. Itu mereka bayar dengan kesetaraan kesempatan untuk pendidikan, di pasar tenaga kerja dan upaya mendapat kekuatan.

“Itu semua pendorong terjadinya kemiskinan yang berulang,” kata Mlambo-Ngcuka.

Perempuan muda yang harus membesarkan keluarganya 25 persen, akan lebih mungkin hidup dalam kemiskinan ekstrem, yang mempengaruhi jutaan anak kecil, dengan dampak kemiskinan yang bertahan sampai akhir kehidupan bagi ibu dan anak.

Solusi yang diberikan harus mencakup kebijakan yang baik, yang mempromosikan lebih banyak kesetaraan dalam tanggung jawab pengasuhan anak, termasuk memberikan dukungan negara kepada keluarga, dan mereka yang bekerja di sektor informal.

Lihat juga...