KKP Pastikan Aktivitas Pelabuhan Perikanan Tetap Berjalan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) memastikan, aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berjalan sesuai protokol pencegahan Covid-19 melalui program siaga nelayan.

Hal tersebut, dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan kepada nelayan dan pelaku usaha masih dalam rangkaian bulan bakti peduli nelayan.

Program siaga nelayan dilakukan di tiga lokasi yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, PPN Kejawanan dan PPN Pengambengan. Kegiatannya meliputi, bakti sosial, bakti usaha dan bakti sehat nelayan.

“Lokasi  difokuskan pada pelabuhan perikanan sebagai tempat pelayanan dan aktivitas perikanan tangkap. Kegiatan ini  dilakukan pada 31 pelabuhan pusat dan perintis serta UPT daerah di 34 provinsi,” ungkap M. Zulfikar Mochtar, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Senin (30/3/2020).

Dikatakan pula, bahwa secara rutin penyemprotan disinfektan terus dilakukan. Tak hanya pada fasilitas di lingkungan pelabuhan perikanan namun juga pada kendaraan yang keluar masuk area pelabuhan perikanan.

Sementara bentuk bakti sosial dengan pembuatan fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun antiseptik yang dibuat sederhana untuk nelayan dan awak kapal perikanan. Lokasinya berada pada area tempat pemasaran ikan (TPI), tempat pembongkaran ikan, dermaga dan kantor pelayanan pelabuhan perikanan.

Bakti sehat melalui pemeriksaan kesehatan nelayan dan awak kapal perikanan, penyemprotan disinfektan, sterilisasi kapal perikanan, unit pengolahan ikan, TPI, pabrik, pembagian hand sanitizer, masker, distribusi vitamin dan penyediaan disinfektan chambers di pelabuhan UPT pusat.

Adapun bakti usaha nelayan dilakukan melalui pojok pendanaan usaha nelayan dan akselerasi pengurusan surat dan administrasi usaha perikanan tangkap di pelabuhan perikanan. Misalnya pengurusan surat persetujuan berlayar, surat rekomendasi BBM, pengisian air bersih dan lainnya.

“Pelayanan di pelabuhan perikanan ini menerapkan mekanisme physical distancing sehingga tidak menimbulkan kerumunan nelayan atau pelaku usaha. Kita antisipasi hal ini untuk mencegah penularan virus corona di kawasan pelabuhan perikanan,” tutur Zulfikar.

Para nelayan dan pelaku usaha juga terus diberikan sosialisasi sebagai langkah pencegahan Covid-19. Tidak hanya dari petugas pelabuhan perikanan, namun juga melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, organisasi masyarakat serta para mitra dan relawan.

“Kami terus mengupayakan operasional pelabuhan perikanan tetap berjalan agar pasokan ikan tetap ada. Semua kita pantau baik armada perikanan, alat tangkap, kesehatan nakhoda dan awak kapalnya serta produk perikanan yang didaratkan harus terjaga kehigienisannya,” pungkas Zulficar.

Diketahui program siaga nelayan masuk dalam peta jalan (road map) Ditjen Perikanan Tangkap yang digulirkan menyusul pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia dan berimbas ke banyak sektor, termasuk Kelautan dan Perikanan.

Program ini akan menyasar 31 pelabuhan pusat dan perintis, serta unit pelaksana teknis dinas (UPTD) terkait hingga Mei mendatang.

Selain itu, 1.000 kapal nelayan, 100 unit pengelolaan ikan (UPI), serta 100 tempat pelelangan ikan (TPI) di 34 provinsi di Indonesia juga turut menjadi target program tersebut.

Program ini dilakukan secara kolaborasi dengan melibatkan relawan, dan kemitraan serta dilakukan dengan menerapkan seluruh protokol Covid-19.

Lihat juga...