Mahasiswa Hijaukan Kawasan Rawan Longsor di Gunungkidul

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Penghijauan di kawasan lereng-lereng bukit dinilai sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi bencana tanah longsor yang kerap terjadi khususnya saat musim penghujan seperti saat ini. 

Aktivitas penghijauan harus disadari tidak saja hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga oleh berbagai kalangan masyarakat termasuk dari unsur perguruan tinggi.

Mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu elemen yang mampu menjalankan kegiatan penghijauan semacam ini. Dengan unit kegiatan mahasiswa seperti Mapala, mahasiswa bahkan dinilai mampu melakukan aktivitas penghijauan di lokasi-lokasi rawan longsor yang sulit dijangkau.

Seperti dilakukan Dewan Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Bekerjasama dengan Mapala Unisco mereka melakukan penghijauan di kawasan lereng bukit puncak Sumilir, Dusun Pringombo, Natah, Nglipar, Gunungkidul, baru-baru ini.

Dusun Pringombo sendiri merupakan dusun terpencil  di kawasan perbukitan dengan potensi bencana tanah longsor cukup tinggi. Kepala dusun setempat, Ristadi menyebut setidaknya ada 2 titik longsor yang berdampak langsung ke warga di dusun ini.

Kepala Dusun Pringombo, Natah, Nglipar, Gunungkidul (kaos putih), bersama Wakil Rektor III UCY bidang kemahasiswaan, Farid Iskandar SH (kaos hijau), Minggu (8/3/2020). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Hal itu disebabkan karena kondisi tanah di dusun berpemukiman tertinggi di Gunungkidul ini sangat labil akibat minimnya pohon di bagian perbukitan. Sementara warga sendiri kesulitan melakukan penanaman pohon secara swadaya karena keterbatasan akses, maupun sumberdaya.

Lihat juga...