Mencuat Isu Covid-19 di Kota Malang, Ini Kata Wali Kota

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta masyarakat kota Malang untuk waspada namun tetap tenang menanggapi terkait adanya isu di mana salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) diindikasikan corona atau Covid-19.  

“Waspada itu penting tapi jangan berlebihan yang justru akan menjadi kecemasan,” ucapnya saat menghadiri Pekan Qris Nasional di Lapangan Rampal, Sabtu (14/3/2020).

Diakui Sutiaji, memang ada salah satu mahasiswa UB yang terindikasi corona tapi statusnya suspect bukan positif dan sudah dirujuk di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Sedangkan sampling-nya saat ini sudah dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasilnya.

“Hari ini kami juga akan kami kumpulkan seluruh rektor dan kepala sekolah dan dinas terkait untuk membahas sikap apa yang harus kami ambil terkait Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, angka kematian akibat Covid-19 hanya 2-3 persen, masih lebih ganas flu burung yang mencapai 10 persen. Oleh karenanya jangan sampai masyarakat terlena dengan isu Covid-19, sementara wabah penyakit lain seperti demam berdarah justru merajalela.

“Karena sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana cara menangani dan menjaga kesehatan diri. Mungkin memang perlu dikurangi perjalan-perjalanan jauh yang membuat capek dan menyebabkan kekebalan tubuhnya menurun sehingga mudah terserang penyakit, bukan virus corona saja tapi semua virus,” terangnya.

Masyarakat diharapkan tetap tenang tidak perlu sampai berburu sembako dan harus mulai membiasakan cuci tangan. “Kalau selama ini cuci tangannya hanya kalau mau makan saja, tapi sekarang harus lebih sering lagi cuci tangan,” tuturnya.

Pihak UB melakukan konferensi pers terkait isu Covid-19, di gedung Rektorat, Sabtu (14/3/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu Ketua Tim Satgas UB yang menangani kasus Covid-19, Dr Aurick Yudha Nagara, dalam konferensi persnya, menjelaskan bahwa mahasiswa Fakultas Teknik UB yang terindikasi Covid-19 tersebut saat ini sedang dalam pantauan tenaga medis di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang dan masih belum bisa dipastikan yang bersangkutan positif terinfeksi Covid-19 karena tidak memenuhi kriteria yang berhubungan dengan orang yang terdiagnosa positif maupun tidak berhubungan dengan area terjangkit.

Menurutnya, isu tersebut muncul dikarenakan ayah yang bersangkutan meninggal dunia yang diduga disebabkan karena Covid-19. Namun hasil tes terhadap ayah mahasiswa tersebut dinyatakan negatif, dan istri almarhum yang merawat dinyatakan sehat dan tidak terinfeksi Covid-19.

“Menanggapi isu yang terjadi di Fakultas Teknik tersebut, UB mengambil langkah kewaspadaan dengan mengisolasi dan melakukan disinfeksi atau sterilisasi gedung Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Selain itu UB juga telah membentuk Satgas pencegahan penyebaran virus corona sesuai dengan Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35492/A.A5/HK/2020 tanggal 12-3-2020 tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Satgas ini nantinya bertugas untuk melakukan sosialisasi, edukasi, promosi, dan kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 kepada civitas akademik UB tentang cara mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...