MUI : Indonesia Belum Menjadi Produsen Halal

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI), Nazamuddin Ramli mengatakan, Indonesia dengan  penduduk muslim terbesar di dunia, hingga kini belum menjadi produsen halal.

“Kita itu belum menjadi produsen halal. Kita masih konsumen halal terbesar dunia. Padahal mayoritas penduduk Indonesia muslim,” kata Nazamuddin kepada Cendana News, Senin (9/3/2020).

Dalam pengembangan industri halal, Indonesia dikalahkan oleh negara-negara non-muslim, seperti Australia dan Eropa. Oleh karena itu kata dia, MUI  mendorong umat muslim Indonesia untuk menuju halal lifestyle atau gaya hidup halal.

“Semua bergaya halal, baik tujuan wisatanya, hotel, kuliner, fashion dan produk lainnya juga harus diproduksi oleh umat muslim. Jadi, semuanya harus dideklarasikan sebagai elemen-elemen yang berdimensi halal,” kata Nazamuddin.

Sehingga dia mengharapkan semua industri halal atau pelaku usaha harus dapat memproduksi produk-produk halal. Bagaimana kita memproduksi kosmetik halal, makanan dan minuman halal, busana muslim, dan lainnya.

“Para perancang busana sudah menuju ke sana, dalam upaya mewujudkan target pemerintah menjadikan Indonesia pusat fashion muslim dunia pada 2030,” ujarnya.

Namun demikian menurutnya, tentu terpenting harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni memproduksi segala macam terkait kebutuhan yang ada dalam tujuan wisata halal, tidak hanya busana muslim saja.

“Karena kita harapkan tahapannya 2030, itu kita menjadi produsen halal terbesar dunia, bukan hanya fashion muslim saja. Jadi banyak aspek,” pungkasnya.

Lihat juga...