MUI: Indonesia Harus Bersikap Tegas Terhadap India

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah Indonesia segera menyikapi persoalan diskriminasi yang menimpa umat Islam di India dengan bersikap tegas.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia, seyogyanya mengambil sikap tegas terhadap India.

“Pemerintah Indonesia, jangan diam, harus menyuarakan aspirasi umat Islam Indonesia atas kedzoliman terhadap umat Islam India,” kata Muhyiddin kepada awak media ditemui usai konferensi pers di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Dia melanjutkan, apalagi kedua negara yaitu Indonesia dan India telah menjalin hubungan kerjasama sejak lama, dan bersahabat dengan sangat baik.

Sehingga persoalan diskriminasi terhadap umat Islam di India, hendaknya dapat diselesaikan dengan cara diplomasi kenegaraan.

“Kita (pemerintah) bisa memanggil duta besar (dubes) India yang ada di Indonesia, untuk meminta klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi di sana,” ujar Muhyiddin.

Karena, kata Muhyiddin, MUI mengkhawatikan jika masalah tersebut tetap dibiarkan. Maka bisa berdampak buruk kepada persatuan antar umat beragama dan juga memicu konflik di negara-negara tersebut.

Sebagai contoh, sebut tokoh Muhammadiyah ini, yakni bisa saja umat Hindu di negara lain mendapat perlakuan diskriminatif dampak dari tragedi terhadap umat Islam di India.

“MUI minta agar pemerintah India juga meninjau kembali citizenship amendment act,” ucapnya.

Karena lanjut dia, MUI menilai Undang-Undang (UU) Kewarganegaraan anti muslim tersebut diskriminatif. Sementara di sisi lain, India adalah negara demokrasi, dan UU tersebut bertolak belakang.

MUI juga meminta India untuk menegakkan hukum atas insiden pembunuhan yang terjadi pada umat Islam India.

“Selama ini, umat Hindu di Indonesia mendapatkan perlakuan hak dan kewajiban yang sama tanpa ada diskriminasi. Hubungan umat Islam dan agama lainnya juga selalu hidup rukun,” tukasnya.

Sikap tersebut menurutnya, harus menjadi contoh oleh India yang memiliki dasar pemerintahan yang demokrasi.

“Harapan kami, masalah anti muslim tersebut segera dapat diselesaikan. India harus mencontoh kerukunan umat beragama di Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...