Orang Tua Jadi Penentu Suksesnya Pembelajaran Online

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah di wilayah Yogyakarta memanfaatkan media sosial WhatsApp untuk melaksanakan proses pembelajaran online bagi para siswa sejak beberapa hari terakhir. Hal itu menyusul kebijakan Pemerintah DIY yang memutuskan menghentikan seluruh kegiatan sekolah sejak Senin lalu akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Kepala Sekolah SD Negeri Panjatan Kulonprogo Yogyakarta, Arifin Zuhri. Foto: Jatmika H Kusmargana

Aplikasi WhatsApp dipilih karena dinilai paling mudah dan memungkinkan untuk diakses seluruh siswa. Terlebih aplikasi ini juga sudah sangat familier karena kerap digunakan pihak sekolah sebagai sarana komunikasi dengan pihak wali murid/siswa jauh-jauh hari sebelum pandemi Virus Corona muncul.

Kepala Sekolah SD Negeri Panjatan Kulonprogo Yogyakarta, Arifin Zuhri menyebut, proses pembelajaran dilakukan dengan cara membagikan materi pelajaran maupun tugas-tugas yang disusun guru ke grup WA wali murid setiap hari. Nantinya pihak orang tua/wali murid lah yang menyampaikan materi pelajaran maupun tugas guru tersebut kepada setiap siswa.

“Untuk SD siswa memang belum diperbolehkan memiliki HP. Jadi kita berikan materi pelajaran dan tugas-tugas harian kepada orang tua/wali murid, melalui grup. Sehingga pihak orang tua/wali murid lah yang menyampaikan ke anak masing-masing,” katanya Kamis (26/03/2020).

Pihak sekolah sendiri mengaku secara intensif terus berkomunikasi dengan seluruh orang tua/wali murid melalui WhatsApp setiap hari. Kegiatan belajar secara online ini dilakukan untuk menuntaskan proses pembelajaran atau penyampaian materi kurikulum semester genap ini hingga selesai.

“Dengan sistem seperti ini, tentu orang tua/wali murid menjadi kunci keberhasilan pembelajaran setiap anak. Karena merekalah yang harus menyampaikan materi pelajaran yang telah guru siapkan di sekolah. Kita pihak sekolah juga sudah berupaya memberikan panduan bagi para orang tua/wali murid agar bisa menjalankan tugasnya,” katanya.

Selama kurang lebih 4 hari berjalan, pihak sekolah mengaku belum menemukan kendala berarti dalam proses pembelajaran secara online ini. Baik itu kendala secara teknis maupun kendala lain terkait proses belajar mengajar.

“Sampai saat ini belum ada kendala. Karena semua orang tua/wali murid sudah memiliki HP dan aplikasi WhatsApp. Sinyal juga memungkinkan untuk menerima pesan. Sementara untuk penyampaian materi juga belum ada keluhan. Nanun ke depan kita tentu akan lakukan evaluasi lebih lanjut,” katanya.

Lihat juga...