PAK HARTO BEBERKAN DETIK-DETIK LAHIRNYA SURAT PERINTAH SEBELAS MARET

Pak Harto Beberkan Detik detik Lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret

Presiden kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto dalam Video Penerimaan Para Pejabat Teras Kepolisian RI di Tapos 6 Februari 1994 mengungkapkan detik-detik lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Dalam video tersebut, Pak Harto menyebutkan, Supersemar hanya sekali digunakan, yakni untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia.

Sebelum Supersemar keluar, usai Rapat Kabinet 11 Maret 1966, Mayjen TNI Suharto (yang tengah sakit) berpesan kepada tiga perwira yang menemani Presiden Soekarno. Ada tiga pesan yang disampaikan pak harto.

“Sampaikan bahwa saya sakit, salam dan hormat saya sampaikan. Yang ketiga sampaikan saja, kalau saya diberikan kepercayaan, keadaan ini akan diatasi. Itu pesan saya, tanpa harus ada surat perintah,” sebut Pak Harto.

Seperti tertulis dalam Soeharto.co dengan judul :Supersemar Dan Jatidiri Bangsa”, Secara historis, lahirnya Supersemar bukanlah sebuah perintah yang bersifat “tiba-tiba”: tetapi keberadaannya adalah sebagai titik kulminasi dari serangkaian dialog panjang antara Presiden Soekarno dan Mayjen TNI Suharto yang menggambarkan adanya perbedaan persepsi keduanya mengenai pemberontakan G.30 S/PKI dan konsepsi untuk menghadapinya.

Lihat juga...