Pakan Cadangan Dukung Bekerja dari Rumah bagi Peternak

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) membuat warga diminta melakukan kerja dari rumah, belajar di rumah. Penerapan social distancing atau jarak sosial ikut berdampak bagi pemilik ternak di Lampung Selatan (Lamsel).

Iwen, pemilik ternak sapi di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan mengaku memilih memanfaatkan tanaman rumput odot sebagai sumber pakan.

Sebelumnya sebagai peternak ia kerap mencari pakan bersama dengan rekan peternak di sejumlah lokasi lahan pertanian. Semenjak edaran larangan berkerumun, kurangi social distancing ia mulai mengurangi mencari pakan di luar. Sebagai alternatif solusi penyediaan pakan ia telah menanam rumput odot. Rumput alternatif pakan itu ditanam olehnya pada lahan pekarangan untuk stok pakan empat ekor sapi miliknya.

Iwen, memanfaatkan waktu bekerja dari rumah dengan manfaatkan pakan ternak sapi jenis rumput odot di pekarangan rumah, Jumat (27/3/2020). -Foto: Henk Widi

Penyediaan pakan yang ditanam pada lahan pekarangan diakui Iwen cukup membantu. Sebab selama wabah Covid-19 ia sudah mengurangi aktivitas di luar rumah. Rumput odot yang ditanam saat penghujan menurutnya bisa dipanen lebih cepat usia 34-45 hari karena pertumbuhan yang cepat. Selain odot ia menyediakan pakan cadangan jenis jenjet jagung, dedak dan tetes tebu dan nutrisi tambahan.

“Porsi pakan rumput hijauan masih tetap dominan bagi ternak sehingga saya menanam odot saat pakan sulit dicari atau dalam kondisi tidak terduga ketika aktivitas di luar rumah mulai dibatasi,” terang Iwen saat ditemui Cendana News di depan rumahnya, Jumat (27/3/2020).

Porsi makan ternak sapi menurut Iwen rata-rata butuh 1 kuintal untuk kebutuhan empat ekor sapi. Pakan rumput hijauan tersebut membantu baginya selama tidak mencari pakan di luar. Meski demikian ia tetap mencari sumber pakan hijauan dari lahan pertanian sawah. Rumput dari lahan sawah tersebut menjadi sumber bahan pakan alami sebab di wilayah tersebut belum memasuki masa panen sehingga jerami segar belum bisa diperoleh.

Ketiadaan jerami segar disiasati Sumardi, peternak sapi di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan. Pemilik dua ekor sapi jenis limousin itu menyebut telah menyiapkan stok jerami enam bulan sebelumnya. Saat masa panen padi belum tiba ia masih bisa memiliki sumber pakan. Pada masa darurat covid-19 dengan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah ia masih memiliki sumber pakan.

“Pemilik ternak ikut terpengaruh social distancing dalam penyediaan pakan yang biasanya dilakukan pencarian bersama peternak lain,” terangnya.

Peternak lain bernama Hasan, warga Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang memilih menanam rumput gajah. Jenis rumput gajah yang ditanam pada lahan kosong menjadi stok pakan. Meski tidak bisa melakukan pencarian pakan bersama dengan peternak lain ia tetap memiliki stok pakan hijauan. Sumber pakan tersebut dipanen secara bertahap sehingga stok pakan selalu tersedia untuk jangka enam bulan ke depan.

Lihat juga...