Pasar dan Toko di Nunukan Sepi Akibat Covid-19

Ilustrasi -Dok: CDN

NUNUKAN – Langkah pencegahan agar Covid-19 tidak merebak ke mana-mana, maka pemerintah memberlakukan social distance dan phisical distance, menyebabkan pasar-pasar dan toko di Kota Nunukan menjadi sepi.

“Pelarangan berkumpul dan bersentuhan badan menyebabkan jarang orang keluar rumah dan kurang yang berbelanja,” kata Idris, karyawan toko pakaian di Nunukan, Rabu (25/3/2020).

Ia menyadari, sepinya pembeli di toko yang dijaganya karena faktor informasi virus Corona yang mengancam kesehatan yang berdampak pada kematian.

“Mengakibatkan warga yang selama ini masih mondar-mandir pada siang hari hingga malam hari, mengurungkan niatnya dan memilih berdiam diri di rumahnya,” kata Idris.

Hal yang sama diutarakan Nia, salah seorang penjual bumbu masak di Pasar Porsas Kelurahan Nunukan Timur, pada Kamis.

Sejak dua hari terakhir, pembeli sangat jarang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, omzet yang diperoleh menurun drastis. Sebelum ada isu Corona, penghasilannya setiap hari bisa mencapai Rp500.000, tetapi dua hari terakhir ini turun tajam.

“Cuma bisa dapat uang penjualan paling tinggi Rp200.000 saja,” katanya.

Penurunan omzet ini menjadi keluhan Nia yang harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil-kecil. Namun dia tidak menyalahkan siapa-siapa, karena memang faktor wabah Covid-19.

Kejadian yang sama berlangsung di tempat perbelanjaan lainnya di Kabupaten Nunukan. Kios-kios pinggir jalan pun mengaku omzetnya mulai menurun, akibat warga lebih memilih berdiam diri di rumah.

Ia mencontohkan, sejak dua malam terakhir warga dilarang kumpul-kumpul atau nongkrong di warung kopi atau kafe oleh aparat kepolisian.

Faktor inilah yang memastikan omzet pedagang usaha kecil menurun drastis, karena kurang orang yang keluar rumah untuk berbelanja. (Ant)

Lihat juga...