Pekerja di DCML Cilongok Dilengkapi Masker dan ‘Hand Sanitizer’

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Maraknya penyebaran virus corona disikapi Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dengan melengkapi para pekerja di dapur komunal dengan masker dan hand sanitizer. Sehingga pekerjaan tetap berjalan dan para pekerja merasa aman.

Kepala Produksi Dapur Komunal, Tri Riyanto mengatakan, sebelum mulai bekerja, ia meminta para pekerja untuk berjemur terlebih dahulu selama 10 menit. Setelah itu, pekerja wajib menggunakan masker dan memakai hand sanitizer, baru mulai bekerja.

“Kita juga memberi mereka pemahaman tentang virus corona dan penyebarannya, kemudian kita lengkapi dengan masker dan hand sanitizer, satu pekerja mendapatkan dua masker, untuk digunakan secara bergantian,” terangnya, Rabu (25/3/2020).

Kepala Produksi Dapur Komunal, Tri Riyanto, Rabu (25/3/2020) di pabrik komunal Cilongok. -Foto: Hermiana E. Effendi

Tak hanya itu, lingkungan pabrik yang dipergunakan untuk memproduksi tepung tapioka dan gula kelapa serta serta gula kristal, juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja dan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Besok lingkungan pabrik akan disemprot disinfektan,” jelas Tri Riyanto.

Salah satu pekerja, Sigit Siswanto mengatakan, dengan menggunakan masker dan ketersediaan hand sanitizer di pabrik, membuat ia dan pekerja lainnya merasa aman dalam bekerja. Jumlah pekerja juga tidak terlalu banyak, sehingga dalam melakukan pekerjaan tetap bisa menjaga jarak.

“Kita merasa aman bekerja dengan menggunakan masker, apalagi sebelum bekerja, kita berjemur dulu di halaman pabrik, karena sinar matahari pagi juga bagus untuk kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh,” jelasnya.

Sementara itu, dalam dua hari terakhir dapur komunal sedang melakukan produksi tepung tapioka. Untuk produksi kali ini sebanyak 5 ton singkong dan bahan baku singkong dibeli dari para petani di Cilongok, dengan harga Rp1.500 per kilogram.

Menurut Tri Riyanto, sudah banyak para pedagang yang akan membeli tepung tapioka hasil produksi dapur komunal, mulai dari pedagang lokal Banyumas, sampai dengan pedagang dari luar kota. Namun, pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri selaku pengelola dapur komunal, belum memutuskan akan dijual ke mana hasil produksi tepung tapiokanya.

“Kita masih memilih harga penjualan yang tertinggi., kalau saat ini harga tepung tapioka di pasaran, kisaran Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogramnya,” tuturnya.

Untuk memproduksi 5 ton singkong ini, ada delapan pekerja yang dikerahkan. Saat ini hasil pengolahan masih dalam tahap penjemuran, karena dalam dua hari terakhir kemarin, sempat turun hujan.

Lihat juga...