Pelabuhan Bakauheni Dipastikan Tetap Beroperasi Normal

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) dipastikan tetap beroperasi normal. Maraknya informasi penutupan (lockdown) pelabuhan penyeberangan dari Sumatera ke Jawa dibantah Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni.

Ia menyebut layanan bagi pengguna jasa memakai kendaraan, pejalan kaki tetap dilayani selama 24 jam tanpa ada pembatasan. Pelayanan penyeberangan dengan kapal roll on roll off (Roro) tetap dilayani dengan sebanyak 27 hingga 28 kapal perhari.

Pelayanan kapal yang rata-rata mencapai 80-89 trip perhari tersebut didukung sebanyak 5 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif. Antsipasi penyebaran virus corona baru (Covid-19) ia menyebut mengikuti protokol gugus tugas penanganan pencegahan virus tersebut.

Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (21/3/2020). -Foto: Henk Widi

Upaya penanganan disebut Captain Solikin bersinergi dengan sejumlah pihak. Pencegahan fasilitas yang menjadi tempat berkerumun orang dilakukan proses disinfeksi menggunakan cairan disinfektan oleh petugas ASDP dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang. Posko siaga Covid-19 juga ditempatkan pada dua titik di dermaga reguler dan terminal eksekutif Bakauheni.

“Belum ada instruksi lockdown pada jalur penyeberangan kapal domestik dan aspek pelayanan masyarakat diutamakan karena jalur distribusi kebutuhan pokok masih memanfaatkan pelabuhan Bakauheni dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya,” terang Captain Solikin saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Sabtu (21/3/2020).

Operasional yang tetap normal tersebut menurut Captain Solikin tetap diimbangi dengan upaya pencegahan. Pada sejumlah titik ASDP Bakauheni menyediakan fasilitas hand sanitizer. Selain hand sanitizer pada sejumlah lokasi yang dilintasi penumpang penyemprotan disinfektan dilakukan rutin. Selain oleh KKP Panjang, petugas kebersihan pelabuhan rutin membersihkan loket pembelian tiket hingga pintu kapal.

Protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19 dilakukan dengan menerapkan social distancing. Secara harfiah social distancing menurutnya menjaga jarak sosial. Penerapan pada Pelabuhan Bakauheni disebutnya dilakukan pada saat pembelian tiket hingga ruang duduk penumpang. Petugas akan membuat sekat saat proses pembelian tiket sehingga tidak terjadi kontak fisik.

“Penggunaan uang tunai sudah dibatasi karena pembelian tiket menggunakan uang online dan reservasi online telah diberlakukan,” bebernya.

Meski tidak dilakukan lockdown pelabuhan, sebagai pelabuhan penyeberangan tersibuk di Asia Tenggara, ia menyebut arus penyeberangan alami penurunan. Keputusan sejumlah pemerintah daerah mengikuti imbauan pemerintah pusat agar warga belajar di rumah, bekerja dari rumah diikuti masyarakat. Imbauan larangan bepergian jika tidak sangat penting ikut berimbas jumlah penumpang tidak sebanyak kondisi normal.

Marjunet Danoe, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang saat ditemui di Bakauheni, Sabtu (21/3/2020). -Foto: Henk Widi

Berkoordinasi dengan gugus tugas Pemkab Lamsel, ASDP Bakauheni telah menyiapkan ruang isolasi. Ruang isolasi menjadi tempat untuk menampung sementara penumpang yang terindikasi suspect Covid-19. Sebab penumpang yang akan naik dan turun kapal diperiksa suhu tubuh dengan alat thermal gun. Alat pemindai suhu tubuh dioperasikan oleh petugas,saat suhu lebih dari 38 derajat penumpang akan diperiksa oleh petugas medis.

“Cara antisipasi tentu sesuai protokol kesehatan yang berlaku dengan harapan penumpang nyaman,” beber Captain Solikin.

Kepala KKP Kelas II Panjang, Marjunet Danoe menyebut petugas disiapkan untuk pemindaian suhu tubuh. Kepada para pengguna jasa social distancing tetap harus dilakukan. Sebab cara tersebut efektif untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain hindari Covid-19. Proses disinfeksi oleh petugas menurutnya bisa diikuti oleh operator kapal lintas Bakauheni-Merak.

“KKP juga mendorong agar perusahaan pemilik kapal bisa melakukan disinfeksi pada kapal cegah Covid-19,” paparnya.

Sejumlah kapal yang melayani lintas Bakauheni-Merak menurutnya dianjurkan menyediakan hand sanitizer. Imbauan penumpang memakai alat pelindung berupa masker juga diterapkan. Dalam kondisi tidak terpaksa dan stamina tidak sehat dianjurkan untuk tidak melakukan perjalanan. Sebab perjalanan jarak jauh berpotensi terkontak dengan orang yang terinfeksi virus Covid-19 yang menjadi pandemi global.

Lihat juga...