Pemkab Bangka Barat Latih UKM Manajemen Keuangan

MENTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan pelatihan manajemen keuangan bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) guna mendorong kemandirian para peserta.

“Untuk meningkatkan kemandirian para pelaku UKM perlu ditunjang dengan keterampilan mengelola keuangan perusahaan, melalui kegiatan ini kami berharap para pelaku UKM di Bangka Barat semakin memahami manajerial perusahaan sehingga usaha semakin maju dan berkembang,” kata Petugas Penyuluh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat, Ridwan Sho’im Hidayat, di Mentok, Senin.

Menurut dia, pola manajerial yang paling sederhana mulai perlu dilakukan para pelaku usaha untuk mengetahui rekam jejak produksi serta situasi pasar yang sudah berjalan selama usaha berjalan.

“Pencatatan jejak produksi dalam bentuk pembukuan sederhana bisa menjadi dasar analisa kebutuhan pasar dan perkiraan kebutuhan konsumen,” katanya.

Untuk meningkatkan kemampuan pembukuan tersebut, Pemkab Bangka Barat saat ini sedang melaksanakan pelatihan manajemen pembukuan kepada 30 orang pelaku UMKM yang dilaksanakan selama empat hari.

Dalam pelatihan itu, panitia mendatangkan narasumber yang cukup kompeten di bidang manajemen dari Balai Latihan Koperasi dan UMKM Jawa Barat

Menurut dia, pembukuan keuangan bagi para pelaku UKM dan usaha rumahan sejenis masih sangat jarang diterapkan karena kekurangpahaman pelaku usaha akan pentingnya pencatatan keuangan perusahaan.

“Jika tidak dicatat, pelaku usaha tidak akan tahu pasti usaha yang dijalankan untung atau rugi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, tanpa disadari pelaku usaha yang tidak melakukan pencatatan modal usahanya biasanya keuangan bercampur antara modal usaha dengan uang rumah tangga.

Kerancuan antara modal usaha dengan keuangan rumah tangga tersebut akan sulit untuk mengukur kondisi usaha yang dijalankan sehingga tidak bisa diawasi secara detail untung rugi perusahaan.

Selain memberikan pelatihan pembukuan sederhana, panitia juga memberikan peningkatan keterampilan dalam mem-branding produk, manajemen usaha dan pola pemasaran.

“Kami berharap kegiatan ini memberi motivasi kepada para pelaku UKM sehingga mereka semakin berkembang, sejahtera dan mandiri,” katanya. (Ant)

Lihat juga...