Pemkot Bekasi Hentikan Sementara ‘CFD’ dan Tunda BNF 2020

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menghentikan sementara kegiatan Car Free Day (CFD), terkait pencegahan wabah virus baru Corona, menyusul yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah DKi Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Pemkot Bekasi juga menunda kegiatan Bekasi Night Festival (BNF) 2020 yang sedianya hendak dilaksanakan malam ini di pelataran Mall Summerecon Sempena dalam rangka HUT Kk-23 Kota Bekasi.

Keputusan baru terkait dengan ditundanya BNF 2020 tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dalam pesan singkatnya. Ia mengucapkan permintaan maaf terkait ditundanya puncak acara kemeriahan HUT ke -23 Kota Bekasi itu.

“Izin diinformasikan, Bekasi Night Festival kita tunda, sesuai arahan presiden/mendagri dan gubernur, mohon maaf,” ucap Rahmat Effendi, Sabtu (14/3/2020).

Sebelumnya, wali kota dan wakil wali Kota Bekasi secara tegas menyatakan tidak akan menutup giat CFD dan tetap melaksanakan BNF 2020 di tengah isu wabah Corona.  Waki Wali Kota mengatakan melalui CFD menjadi ajang sosialisasi. Berselang sehari dari pernyataan itu, Pemkot Bekasi membuat keputusan untuk meniadakan CFD selama dua pekan mulai Minggu 15 Maret 2020.

Peniadaan CFD diketahui dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang ditandatangani oleh kepala dinas, Yayan Yuliana, tentang pelaksanaan hari bebas berkendaraan bermotor. Hal tersebut dimaksud gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, keputusan itu diambil seusai menggelar rapat dengan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah dinas terkait. Hasilnya, untuk sementara CFD ditiadakan.

Dikatakan, Pemkot Bekasi akan mengeluarkan sejumlah keputusan mengenai penyebarah wabah Covid-19 bersamaan dengan peringatan organisasi kesehatan dunia WHO, mengubah status virus Corona dari Public Health Emergency of International Concern menjadi pandemi.

Untuk mengambil keputusan yang lebih kongkrit lagi, lanjutnya, Pemkot Bekasi berencana kembali mengadakan rapat bersama dengan unsur Forkopimda dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, langkah Pemkot Bekasi untuk melaksanakan BNF 2020 peringatan puncak HUT ke-23 Kota Bekasi mendapat tantangan dari anggota DPRD Kota Bekasi.

Mereka meminta agar tidak menjadikan Bekasi sebagai percontohan wabah virus Corona di tengah peringatan di sejumlah wilayah untuk menghindari pusat berkumpul.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairuman, menegaskan Pemkot Bekasi tidak ambigu dan terus mengkomunikasi penanganan Corona dengan membenahi manajemen komunikasi yang melarang pejabat publik untuk merespons pandemi Corona.

Karena itu, DPRD meminta agar Car Free Day (CFD) kota Bekasi dihentikan untuk minimal dua pekan ke depan. Termasuk kegiatan publik yang menghimpun, bahkan hingga ribuan massa, sehingga tidak mencerminkan sikap pencegahan yang cermat dan kehati-hatian di mata masyarakat.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I DPRD kota Bekasi, Nicodemus Godjang. Dia meminta pemerintah tidak ambigu, di satu sisi minta warga cegah dengan hindari keramaian. Tapi di sisi lain justru menggelar acara publik.

“Ini bukan soal acara HUT ke-23 Kota Bekasi. Tapi, soal pencegahan virus yang harus dimaksimalkan. Mall, terminal dan ruang publik diantisipasi karena keramaian permanen. Di situ tugas pemkot sosialisasi. Bukan mengumpulkan warga dari mana pun untuk sosialisasi,” tegasnya.

Lihat juga...