Penanganan Covid-19, Pemprov Sulut Realokasi Anggaran Rp48,5 Miliar

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, menggelar rapat bersama Satgas Covid-19 Sulut di Kantor Gubernur, Kamis (26/3/2020) – Foto Ant

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), merealokasi anggaran sebesar Rp48,5 miliar, untuk membantu penanganan pendemi COVID-19 di daerah berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa tersebut.

“Ini adalah bentuk kesiapan Pemprov Sulut melaksanakan Instruksi Presiden, untuk menangani pandemi COVID-19,” sebut Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw di Manado, Kamis (26/3/2020).

Semua alat kelengkapan penanganan COVID-19, seperti rapid test, masker, sarung tangan dan yang lainnya, harus secepatnya diadakan. Hal itu sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Olly Dondokambey. Sementara hasil rapat bersama kepala perangkat daerah, yang dihadiri Sekretaris Daerah Edwin Silangen, disebutkan pentingnya kesiapan rumah singgah untuk merawat pasien COVID-19. “Rumah singgah juga harus siap serta alat-alat pendukung lainnya. Dokter, perawat dan tenaga surveilans harusnya dianggarkan dana stimulus kepada mereka,” tandas Kandouw.

Wagub mengatakan, semua layanan di poli-poli dibatasi jam kerja untuk fokus pada penanganan covid-19. Sementara untuk tempat umum dan pusat keramaian yang ada di Sulut, harus dilengkapi bilik desinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Masyarakat harus selalu terapkan physical distancing. Dan sesuai arahan Pak Gubernur kepada satgas COVID-19, agar mengumumkan jumlah orang dalam pengawasan di setiap kabupaten dan kota,” ujarnya.

Pemprov Sulut bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas (ratas) online penanganan COVID-19 di Indonesia dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3/2020). Dalam ratas online itu, Presiden meminta Pemda melakukan realokasi anggaran, untuk mempercepat penanganan COVID-19. Hal itu sesuai dengan lnstruksi Presiden (Inpres) No.4/2020, tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19. (Ant)

Lihat juga...