Pendaftaran Panwaslu Desa/Kelurahan di Purbalingga Diperpanjang

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Dalam proses rekrutmen tahap pertama yang dilaksanakan tanggal 16-22 Februari 2020, masih ada 64 desa/kelurahan di Kabupaten Purbalingga yang belum memenuhi kuota minimal 3 orang pendaftar untuk calon panitia pengawas pemilu (Panwaslu) desa/kelurahan. Karenanya, pendaftaran pada 64 desa/kelurahan tersebut diperpanjang hingga 4 Maret mendatang.

Anggota Bawaslu Purbalingga Divisi SDM dan Organisasi, Setiawati, mengatakan 64 desa yang belum memenuhi kuota minimal jumlah pendaftar tersebut tersebar di 10 kecamatan. Yaitu, Kecamatan Kejobong ada 9 desa, Kaligondang ada 6 desa, Purbalingga ada 3 desa, Kutasari ada 7 desa, Padamara ada 4 desa, Kertanegara ada 4 desa, Mrebet ada 12 desa, Pengadegan ada 5 desa, Bobotsari ada 8 desa dan Rembang ada 5 desa.

“Kita harapkan dalam perpanjangan waktu yang tinggal tiga hari ini, 64 desa tersebut bisa memenuhi kuota minimal 2 orang pendaftar,” kata Setiawati, Minggu (1/3/2020).

Untuk memaksimalkan pendaftaran, pada Minggu ini, Bawaslu Purbalingga juga tetap membuka pendaftaran. Sebab dari data terakhir sampai dengan Sabtu (29/2/2020) malam, masih banyak kecamatan yang pendaftarnya nihil.

Seperti Kecamatan Purbalingga, Padamara, Mrebet, Pengadegan, Kertanegara dan Rembang, masih nihil.

Sementara untuk Kecamatan Kutasari sudah ada 4 orang pendaftar, Kecamatan Kaligondang ada 2 pendaftar, Kecamatan Bobotsari ada 2 pendaftar dan Kecamatan Kejobong baru satu pendaftar.

“Untuk menghadapi pilkada tahun ini, kita membutuhkan 239 panwaslu desa/kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan,” terangnya.

Lebih lanjut Setiawati menjelaskan, dasar dari perpanjangan masa pendaftaran panwaslu desa/kelurahan ini yaitu Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 0215/K.BAWASLU/KP.01.00/II/2020, tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa Tahun 2020, terhadap Kelurahan/Desa yang belum memenuhi 2 (dua) kali kebutuhan.

Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nurhakim, menyampaikan sesuai arahan dari Anggota Bawaslu Jawa Tengah Kordiv Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Muhammad Rofiuddin saat melakukan supervisi di kantor Bawaslu Purbalingga, minimnya pendaftar untuk panwaslu desa/kelurahan tidak hanya terjadi di Purbalingga, tetapi juga di daerah lain.

Dan, di Jawa Tengah total masih ada 1.025 desa/kelurahan yang belum memenuhi kuota jumlah pendaftar. Sehingga Bawaslu Purbalingga didorong untuk terus melakukan sosialisasi.

“Terkait perpanjangan waktu pendaftaran ini, Bawaslu Jateng mendorong kita untuk lebih gencar melakukan sosialisasi, termasuk melalui media sosial,” jelasnya.

Untuk masa perpanjangan pendaftaran panwaslu desa/kelurahan ini, mekanisme sama, yaitu mulai dari pendaftaran, pemeriksaan berkas dan tes wawancara.

Masyarakat yang ingin mendaftar bisa langsung menyampaikan berkas-berkas pendafarannya kepada panwaslu kecamatan di kecamatan masing-masing pada jam kerja, pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB dan pada Minggu ini tetap dibuka pelayanan pendaftaran.

Lihat juga...