Penderita Covid-19 di Kota Bekasi Capai 15 Orang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, menginformasikan secara resmi bahwa hingga Selasa (24/3/2020) terdapat 15 orang positif Covid-19 di wilayahnya. Sementara untuk jumlah terduga baik ODP maupun PDP mencapai 140 orang.

“Saya mengingatkankan bahwa penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi, sudah hampir menjamah seluruh kecamatan. 15 orang dinyatakan positif Covid-19,” kata Rahmat Effendi, Selasa (24/3/2020).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi,, menginformasikan jumlah positif penderita Covid-19 di wilayahnya mencapai 15 orang. Sedangkan terduga ODP dan PDP mencapai 140 orang, Selasa (24/3/2020) – Foto: Muhammad Amin

Melihat kondisi tersebut dia meminta warganya untuk tetap mematuhi imbauan pemerintah.

Pertama tegasnya diminta warga tidak ada kegiatan berinteraksi dengan banyak orang seperti menghindari kegiatan sosial kemasyarakatan atau lainnya dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

“Virus Corona sebagaimana diketahui bersama interaksinya dari orang perorangaan. Warga kota Bekasi jika tidak ada aktiviitas tertentu agar tetap tinggal di rumah isolasi diri sampai waktu yang ditentukan,” tegasnya.

Bang Pepen sapaan akrabnya juga meminta kepada pelaku usaha tidak mencari kesempatan dalam kesulitan masyarakat. Terutama terkait harga kebutuhan pokok masyarakat jangan sampai ditimbun untuk sembilan bahan pokok.

Dia mengajak seluruh elemen bersama perangi Covid-19 di Kota Bekasi. Memerangi Covid-19 di Kota Patriot dibutuhkan komitmen dan kesadaran sosial yang tinggi agar sama-sama dapat memecahkan persoalan virus Corona.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang, mengingatkan agar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi sebagai leading sektor penanganan soal Covid-19 di wilayah Kota Bekasi bisa meng-update kasus yang meninggal akibat virus corona.

Menurutnya meskipun orang dalam PDP lalu meninggal harusnya diiinformasikan ke publik. Hal tersebut agar warga lebih waspada, dan tidak ada yang perlu dipermalukan karena wabah Covid-19 bukan virus memalukan seperti HIV-AIDS.

“Kemarin ada laporan dan heboh warga Wisma Jaya Bekasi Timur diduga terpapar Covid-19. Saya sampai telepon pihak RSUD minta lingkungan itu dilakukan penyemprotan disinfektan, dan itu juga atas dasar tuntutan warga,” tandasnya.

Diketahui di Kota Bekasi meskipun beberapa media telah menginformasikan pasien diduga Covid-19 ada beberapa yang meninggal dunia, tapi hingga kini belum ada keterangan resmi jumlah pasien Covid-19 yang meninggal disampaikan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Cendana News mencoba konfirmasi ke Dinas Kesehatan Kota Bekasi guna memastikan pasien dugaan Covid-19 meninggal, tetapi tidak ditanggapi.

Begitu pun juru bicara Pemkot Bekasi dikonfirmasi terkait hal tersebut meminta waktu sebentar dan setelah itu ditelepon tidak diangkat. Tidak ada informasi apa pun yang diberikan.

Lihat juga...