Pengiriman 2,44 Juta Batang Rokok Ilegal, Digagalkan

Editor: Koko Triarko

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng-DIY, Moch Arif Setijo Nugroho, saat ditemui di kantornya, Semarang, Selasa (17/3/2020) petang. –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jateng-DIY, kembali berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal sebanyak 2,244 juta batang, senilai Rp2,28 miliar, yang diamankan petugas DJBC di Jalan Tol Jatingaleh-Krapyak KM 02, pada Senin, (16/3/2020) pukul 23.20 WIB.

“Kita menerima informasi intelijen tentang adanya pergerakan kendaraan truk dari Jepara menuju Padang, Sumatra Barat, yang membawa muatan rokok diduga ilegal. Saat itu, kepastian apakah akan menggunakan jalur darat melalui Tol Trans Jawa, atau Tol Laut belum diperoleh informasinya,” papar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng-DIY, Moch Arif Setijo Nugroho, saat ditemui di kantornya, Semarang, Selasa (17/3/2020) petang.

Pihaknya pun segera mempersiapkan tim, untuk bersiap siaga dan segera melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi yang diperlukan.

“Setelah informasi yang kita dapatkan secara lengkap, petugas langsung bergerak melakukan penelusuran dan pengejaran terhadap sebuah truk, ciri-ciri berwarna kuning kombinasi hitam,” tandasnya.

Kejelian petugas berbuah manis, tatkala tim tersebut berhasil melakukan penindakan dan pengamanan di Jalan Tol Jatingaleh – Krapyak KM 02, Semarang.

Setelah memastikan terdapat rokok illegal dalam muatan truk tersebut, tim Penindakan kemudian melakukan langkah pengamanan dengan membawa truk dan muatannya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui secara keseluruhan truk tersebut membawa 70 karton berisi 2,244 juta batang rokok ilegal, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp2.288.880.000. Ada pun potensi kerugian negara mencapai Rp1.331.410.080, terdiri dari nilai cukai Rp1.020.020.000, kemudian nilai Pajak Rokok Rp102.102.000 dan nilai PPN Hasil Tembakau Rp208.288.080,” terangnya.

Lebih jauh secara detil, muatan rokok tersebut berisi 1.096.000 batang rokok SKM merk Maxx One Bold yang dilekati pita cukai diduga palsu, 960.000 batang rokok SKM merk C@ffee Stik tanpa dilekati pita cukai, dan 188.000 batang rokok SKM merk Mildboro yang dilekati jempel atau kertas, yang diperlakukan seolah-olah sebagai pita cukai.

“Seluruh barang hasil penindakan saat ini diamankan di Kanwil DJBC Jateng-DIY, sementara sopir truk berinisial ID dan kernet berinisial SA, juga masih kita periksa lebih lanjut,” ungkap Arif.

Ditambahkan, keberhasilan pengungkapan pengiriman rokok ilegal tersebut, juga melengkapi penindakan yang beberapa hari lalu di Kudus dan Jepara.

“Kita bekerja sama dengan KPPBC Kudus dan di dukung oleh TNI dan Polri, dalam operasi sejak Selasa (10/3/2020) hingga Rabu (11/3/2020), telah dilakukan penindakan pada 10 rumah yang terdiri dari 1 rumah di Desa Bulu Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, serta 9 rumah di kabupten Jepara, yang tersebar di Dusun Kedungsarimulyo Welahan, kemudian Dusun Pendosawalan Kalinyamatan dan Desa Robayan, Kalinyamatan,” terangnya.

Dari 10 lokasi tersebut, diamankan 1.038.800 batang rokok ilegal jenis SKM berbagai merk, seperti Gudang Gaman dan SMD, dengan nilai mencapai Rp1,059 miliar.

“Potensi kerugian diperkirakan mencapai Rp616 juta, yang terdiri dari nilai Cukai Rp472 juta, Pajak Rokok Rp47,2 Juta dan PPN Hasil Tembakau Rp96 Juta,” tandasnya.

Secara keseluruhan, dari rangkaian penindakan tersebut di atas, pihaknya berhasil mengamankan 3.282.800 batang rokok ilegal, dengan nilai sebesar Rp3,34 miliar, dan dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp1,94 miliar.

Lihat juga...