Personel Gabungan di Lamsel Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Personel gabungan melakukan penyemprotan disinfeksi di 1.700 rumah warga di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, dan fasilitas umum seperti masjid, pasar, gardu dan lainnya.

Kepala Desa Pasuruan, Sumali, mengatakan penyemprotan disinfeksi melibatkan petugas Puskemas Penengahan, Babinsa Koramil 421-03/Penengahan, Bhabinkamtibmas Polsek Penengahan dan aparatur desa setempat. Penyemprotan desinfeksi dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dan dilakukan oleh aparatur desa secara door to door.

Menurutnya, penyemprotan dilakukan di sejumlah rumah warga di 8 dusun. Selain di perumahan warga, penyemprotan juga dilakukan di pasar Pasuruan yang tetap beroperasi. Pedagang yang beroperasi menurutnya merupakan penyedia bahan kebutuhan pokok sehari-hari. Disinfeksi disemprotkan pada area pasar, toko dan hamparan.

Sumali, Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan di sela penyemprotan disinfeksi di pasar tradisional Pasuruan, Kamis (2/3/2020). -Foto: Henk Widi

“Selama proses penyemprotan, kami juga memberikan imbauan kepada warga agar melakukan aktivitas di rumah, menghindari kerumunan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga imunitas tubuh,” terang Sumali, di sela penyemprotan, Kamis (26/3/2020).

Selama masa darurat Covid-19, pihaknya menghimbau warga yang baru datang ke desa tersebut untuk melapor. Sebab, kewaspadaan sangat diperlukan dalam masa tanggap darurat. Pendataan warga yang baru datang tersebut sebagai bagian pendataan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Pendataan tersebut mutlak dilakukan, terutama bagi warga yang datang dari wilayah yang berada di zona merah Covid-19.

Peran serta aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19, menurutnya diikuti dengan baik. Sejumlah tempat ibadah masjid, gereja di Desa Pasuruan telah sepakat ibadah dilakukan di rumah masing-masing, dan melarang acara hajatan pernikahan, hiburan yang melibatkan kerumunan massa. Imbauan tidak adanya surat izin keramaian oleh kepolisian disampaikan untuk mencegah Covid-19.

“Peran serta masyarakat dan sejumlah pihak bergotong royong mencegah Covid-19 sangat penting, agar virus ini segera berakhir,” terang Sumali.

Kepala Pasar Pasuruan, Satar, menyebut penyemprotan di pasar Pasuruan berlangsung saat tidak hari pasaran. Meski demikian, sejumlah pedagang sayuran, toko sembako tetap normal beroperasi. Pasar tradisional Pasuruan, menurutnya terdiri dari 300 pedagang, meliputi pemilik rumah dan toko (ruko), los dan hamparan. Jadwal operasional pasar yang rutin digelar masih dilakukan setiap Selasa, Jumat dan Minggu.

“Belum ada keputusan untuk penutupan pasar tradisional, namun protokol kesehatan tetap dilakukan dengan penyiapan tempat cuci tangan,” beber Satar.

Satar menyebut, sesuai instruksi kepala desa, sebanyak 6 tempat cuci tangan disediakan. Fasilitas tempat cuci tangan dengan air bersih, sabun cuci ditempatkan di sejumlah pintu masuk pasar dan kantor pasar. Kepada para pedagang pasar dan pembeli diharapkan agar mencuci tangan dan memakai masker.

Suminah, salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional Pasuruan, mengaku menyambut positif penyemprotan itu. Meski demikian, ia berharap aktivitas pasar tetap berjalan dengan normal. Sebab, bagi pedagang kecil seperti dirinya, berdagang menjadi sumber penghasilan baginya.

Lihat juga...