Positif Covid-19 di Kota Bekasi Jadi 19 Orang

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Angka kasus pasien positif Covid-19 yang terjadi di wilayah Kota Bekasi ,Jawa Barat, terus melonjak. Hingga hari ini Kamis (26/3/2020) dinyatakan ada 19 orang pasien positif corona.

“Sampai hari ini, jumlah positif Covid-19 di Kota Bekasi jumlahnya mencapai 19 orang. Dua hari lalu masih 15 orang. Sedangkan  untuk jumlah terduga ODP dan PDP sampai sekarang mencapai 280 orang,” ungkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kamis (26/3/2020).

Dikatakan Pemerintah Kota Bekasi juga sudah menggelar rapid test dengan jumlah yang sudah diambil sampel mencapai 95 persen dengan mengambil track di 12 kecamatan di wilayah Kota Bekasi.

Rapid test yang dilaksanakan di Kota Bekasi selain menyasar tenaga kesehatan, juga dilakukan kepada kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) serta turunan yang berhubungan hingga 50 orang.

“Total jumlah yang diikutkan rapid test di Kota Bekasi mencapai 2000 orang dengan beragam latar belakang. Dan hingga pukul 12.00 WIB tadi siang sudah 95 persen selesai. Tapi hasilnya akan diumumkan oleh Gubernur Jabar,” ungkap Rahmat Effendi.

Dia mengatakan hasil rapid test yang dilaksanakan di Kota Bekasi akan diantarkan ke Gubernur Jawa Barat besok sore. Dan diharapkan hasilnya bisa diumumkan pada Sabtu (28/3/2020) pagi.

“Kecuali gubernur meminta wali kota Bekasi untuk mengumumkan hasil dari rapid test tersebut, maka akan saya sampaikan,” ungkap dia.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, menyampaikan Pemkot Bekasi terus mengupayakan penambah bed, Kamis (26/3/2020). -Foto M. Amin

Sementara itu Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, ditemui ditempat terpisah mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi,  saat ini tengah mengupayakan optimalisasi ketersediaan bed (tempat tidur) menyusul meningkatnya angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayah setempat.

“Trend Covid-19 di Kota Bekasi semakin lama semakin tinggi, baik yang ODP maupun PDP,” ungkap Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ditemui dilokasi penyemprotan disinfektan Gereja Santo Arnoldus, Bekasi Timur, Kamis (26/3/2020).

Dikatakan Pemkot Bekasi akan melakukan upaya konsinyasi dengan memanggil seluruh pihak Rumah Sakit swasta dan RSUD Kota Bekasi sendiri terkait dengan optimalisasi bed yang ada.

Menurutnya, antrean menunggu hasil rapid test, yang telah dilaksanakan masih banyak ditunggu nanti jika hasil sudah keluar maka akan segera diumumkan.

Dalam kesempatan itu dia juga mengatakan bahwa beberapa tempat belanja di Kota Bekasi per hari ini seperti Mega Mall (MM) sudah mulai tutup juga, kemudian Giant, SMB, memang situasinya sudah demikian luar biasa sehingga harus ada kesadaran.

“Saya kira kita tidak perlu lagi harus melihat dampak ekonomi karena keselamatan itu yang utama. Kita punya duit tapi kemudian sakit juga gak ada artinya. Yang sakitnya kita berpotensi membuat orang lain ikut sakit karena virus ini bersifat menyebar,” paparnya.

Dia menegaskan bahwa dampak corona ini juga mempengaruhi pendapatan daerah yang menurun drastis. “Sebelumnya bisa Rp10 miliar kini paling sekitar Rp2 miliar. Artinya, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2020 ini menurun dampak adanya virus Covid-19 ini,” ungkapnya.

Lihat juga...