PWI Banyumas Inisiasi Produksi Hand Sanitizer Gratis untuk Wartawan

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Persatuan Wartasan Indonesia (PWI) Banyumas bergerak nyata dan mengambil peran dalam antisipasi penyebaran COVID-19. Sebagai upaya untuk melindungi para jurnalis, PWI memproduksi hand santizer sendiri dan dibagikan gratis kepada para anggotanya.

Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan mengatakan, wartawan memiliki risiko tinggi dalam menjalankan tugasnya. Meskipun sudah ada yang menjalankan Work From Home (WFH), namun beberapa jurnalis juga masih ada yang harus turun ke lapangan untuk peliputan.

“Sebagian teman terkadang masih harus turun ke lapangan, karena tuntutan memberikan informasi terkini serta update gambar, baik foto ataupun video. Sementara hand sanitizer sudah langka dan mahal, karena itu, kita berinisiatif untuk membuat sendiri dan membagikan secara gratis untuk teman-teman,” terang Lilik, Jumat (27/3/2020).

Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan, Jumat (27/3/2020) di kantor PWI. -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Lilik menjelaskan, pilihan untuk tetap bekerja bagi jurnalis, dilandasi rasa tanggung jawab untuk memberikan berita yang benar kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa melakukan antisipasi mandiri dan meningkatkan kewaspadaan.

Dan yang tidak kalah penting, lanjutnya, berita yang ditulis para jurnalis juga sebagai salah satu upaya untuk memerangi hoaks. Sebagaimana diketahui, banyak hoaks bermunculan terkait penyebaran virus COVID-19 ini, termasuk di Kabupaten Banyumas yang juga tidak luput dari kabar hoaks. Di mana baru-baru ini, ada kabar hoaks COVID-19 yang sampai menyebut salah satu hotel di Kota Purwokerto.

“Tugas jurnalis adalah melawan hoaks dengan berita yang bisa dipertanggungjawabkan, dan bukan membuat hoaks,” tegasnya.

Dalam pembuatan hand sanitizer ini, PWI mendapat dukungan dari Depo Pelita. General Manager Depo Pelita, Herman Hutanto mengatakan, dukungan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Depo Pelita kepada jurnalis.

“Kami berharap teman-teman jurnalis tetap mengedepankan keselamatan dalam bekerja dan hand santizer ini sebagai salah satu bentuk perlindungan. Sebab, bagaimanapun kami selaku masyarakat, juga sangat membutuhkan informasi dari berita yang benar dan bukan hoaks,” tuturnya.

Empati PWI Banyumas di waktu pandemi ini tak lepas dari campur tangan salah satu pengurus PWI, Idhad Zakaria. Ia yang meracik hand sanitizer.

“Bahan utamanya alkohol isopropil 96 persen, kemudian dicampur bahan lain, sesuai dengan standar WHO. Untuk produksi pertama ini kita membuat 8 liter sanitizer, karena keterbatasan botol, maka teman-teman bisa refill isi santizer di kantor PWI,” jelasnya.

Lihat juga...