Ragam Mawar Koleksi Taman Buah Mekarsari

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Masyarakat biasanya menilai mawar dari warnanya, yang secara umum berwarna putih, merah, kuning dan merah jambu. Tapi, kalau melihat klasifikasi secara rinci, baik secara bentuk mahkota, bentuk daun, tampilan duri maupun batang, spesies mawar tercatat berjumlah ratusan. 

Staf Agro Taman Buah Mekarsari Heri Sopyan menyatakan spesies mawar sangat banyak, apalagi saat ini sudah banyak juga yang dikembangbiakan dengan cara menggabungkan spesies yang ada untuk menghasilkan spesies baru.

“Biasanya digabungkan untuk mendapatkan kelopak yang bagus, atau untuk mendapatkan warna tertentu dan keharuman. Karena ada beberapa mawar yang wanginya tidak terlalu kuat, bergantung pada kadar etilennya,” kata Heri saat ditemui di Area Nursery, Selasa (31/3/2020).

Tampilan bunga mawar bermahkota tumpuk yang beraroma harum tapi gampang rontok koleksi Taman Buah Mekarsari di Area Nursery TBM, Selasa (31/3/2020). -Foto Ranny Supusepa

Di Taman Buah Mekarsari sendiri, menurutnya, mawar yang ada hanya dibagi berdasarkan tiga jenis.  “Yaitu semak atau perdu,  rambat dan hybrid. Dan pembagian ini jelas terlihat dari tampilannya,” ujarnya.

Jenis mawar semak bisa terlihat dari helai mahkotanya yang tidak bertumpuk dan tidak beraroma. Dan jenis mawar rambat adalah terlihat dari helai mahkotanya yang bertumpuk, gampang rontok, menjalar dan memiliki aroma yang kuat.

“Jenis hybrid ini yang biasa digunakan sebagai mawar potong. Kalau, ada yang jual bunga mawar dalam plastik, baik yang satu atau yang berupa buket mawar, itu dari jenis hybrid. Jenis ini biasanya tidak gampang rontok, tapi aromanya tidak terlalu kuat. Dalam satu batang, bunganya bisa ada hingga 5-6, berukuran besar dan helai mahkotanya rapat,” urainya.

Secara umum, Heri menjelaskan daun mawar memiliki karakter bergerigi di bagian pinggir dan pucuk baru berwarna merah.

“Yang membedakan hanya ketebalan, ukuran dan bentuk daunnya. Ada yang memiliki bentuk membulat, ada juga yang agak memanjang. Tapi kalau dilihat sekilas, semuanya hampir sama,” ucapnya.

Begitu pula jenis duri, walaupun semua batang mawar memilikinya tapi kalau dilihat secara detail ada yang memiliki ukuran duri yang besar, ada yang panjang.

“Kalau kita lihat, baik ukuran maupun kerapatannya itu berbeda. Seperti jenis yang ini, memiliki duri yang jarang tapi berukuran besar. Sementara yang di sebelahnya, memiliki duri sedikit dan berukuran kecil. Dan ada juga yang memiliki duri kecil, tapi banyak dan jaraknya rapat,” kata Heri seraya menunjukkan beberapa mawar yang terlihat sama.

Bunga mawar jenis hybrid koleksi Taman Buah Mekarsari di Area Nursery TBM, Selasa (31/3/2020). -Foto Ranny Supusepa

Untuk pengembangbiakan, menurutnya bisa dilakukan dengan cara stek, okulasi dan grafting. 

“Tergantung jenis mawarnya. Ada yang gampang di stek dan ada yang cocok di okulasi. Ada juga yang kita grafting atau sambung pucuk, sehingga memiliki dua warna bunga. Sebenarnya, ada juga yang mengembangbiakan dengan biji, tapi sudah jarang sekali,” tuturnya.

Heri menyatakan mawar ini berasal dari Eropa dan biasanya berbunga pada musim semi atau musim panas.

“Saat dibawa ke Indonesia, kita melihat bahwa mawar bisa berbunga sepanjang tahun selama ada sinar matahari. Mawar sangat cocok dengan tanah yang pouros berpasir dengan kisaran pH 6,” ujarnya.

Menjaga kepourositasan ini sangat penting, karena jika tergenang, akar mawar bisa busuk.  “Penyiraman pun hanya cukup sekali saja. Kalau kondisi kering, akan memicu fase generatif. Sementara kalau terlalu basah akan cenderung vegetatif. Mawarnya tetap tumbuh tapi hanya daun saja, tidak ada bunganya,” paparnya.

Jika cuacanya mendukung, Heri menyebutkan mawar akan bisa terus berbunga sepanjang tahun. Terutama jika pemangkasan dilakukan secara teratur.

“Setiap 3-4 bulan bunga mawar sudah bisa dipanen. Artinya, kalau untuk dijual, dengan pemangkasan tepat maka bisa panen setiap saat dan sepanjang tahun,” pungkasnya.

Lihat juga...