Rakernas AMAN di Ende, Ditunda

Editor: Koko Triarko

ENDE – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Nusantara yang sedianya berlangsung sejak 17 Maret hingga 20 Maret 2020 di kampung adat Saga, kabupaten Ende ,provinsi NTT, ditunda untuk batas waktu yang belum ditentukan.

Penundaan menyebabkan batalnya sekitar seribu utusan masyarakat adat dari seluruh Nusantara yang sedianya akan menghadiri acara ini, karena merebaknya virus Corona.

“Rakernas AMAN ditunda karena Indonesia sedang dilanda bencana kemanusiaan dunia. Banyak peserta juga berasal dari Jakarta dan wilayah yang tertular Corona, sehingga sulit bepergian,” kata Philipus Kami, ketua AMAN Nusa Bunga melingkupi wilayah Flores dan Lembata, provinsi NTT, Minggu (22/3/2020).

Philipus Kami, ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga yang meliputi wilayah pulau Flores dan Lembata di provinsi NTT, Minggu (22/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Philipus, mengatakan, pandemi  Covid-19 masih terus mewabah di Indonesia, sehingga Rakernas AMAN tidak bisa dilaksanakan dan ditunda hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Selain itu, masyarakat juga masih gelisah dan ketakutan bila bepergian ke luar daerahnya, sehingga merupakan keputusan tepat untuk menunda pelaksaan Rakernas AMAN.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah terlibat aktif dalam persiapan menyukseskan Rakernas AMAN ini. Kami mohon maaf atas tertundanya kegiatan ini,” ujarnya.

Philipus berharap, segenap masyarakat adat di Tanah Air tetap semangat dan mematuhi instruksi pemerintah terkait penanggulangan penyebaran virus Corona, agar tidak rentan terserang.

Batalnya acara ini pun, menurutnya karena kehendak alam yang telah menyebabkan bencana kemanusiaan sehingga bila wabah Corona masih berlangsung, maka Rakernas AMAN belum bisa dipastikan terlaksana.

“Selain alasan mencegah penularan Corona, pembatalan Rakernas juga sebagai langkah tepat di tengah kondisi bangsa yang sedang berduka akibat banyaknya rakyat yang terpapar virus Corona, bahkan meninggal dunia,” sebutnya.

Beldis Selestina, salah satu anggota perempuan AMAN Nusa Bunga yang juga warga desa Saga, mengaku awalnya kecewa, tetapi dirinya memahami langkah yang diambil, mengingat wabah Corona menyebar dengan sangat cepat.

Menurut Beldis, masyarakat adat juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat adat di desa-desa, agar memahami mengenai virus Corona, karena banyak masyarakat adat di desa-desa yang belum mendapatkan informasi yag benar mengenai virus ini.

“Dengan ditundanya Rakernas, membuat kita bisa mengkonsolidasi diri untuk bersama menyebarkan informasi mengenai virus Corona kepada segenap masyarakat adat di desa-desa yang minim informasi,” ungkapnya.

Lihat juga...