Ribuan Penduduk Johor Bahru Diisolasi

Aktivitas kereta dalam kota Malaysia yang dikurangi waktu operasionalnya oleh Prasarana Malaysia Berhad (Prasarana) karena penerapan Perintah Kawalan Pergerakan (Movement Control Order) dalam rangka membendung COVID-19 – Foto Ant

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia memutuskan melakukan Perintah Kawalan Pergerakan Diperketat (PKPD) atau isolasi, terhadap dua kawasan di Negara Bagian Johor Bahru.

Dikawasan berpenduduk 3.570 orang tersebut didapatkan 83 orang positif terinfeksi COVID-19. “Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) telah memastikan, terdapat 83 kasus positif terjangkit COVID-19 di Daerah Kluang, Johor. Dari jumlah itu sebanyak 61 kasus dari Kampung Dato’ Ibrahim Majid dan Bandar Baharu Dato’ Ibrahim Majid di Simpang Renggam, Kluang, Johor,” ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob, di Putrajaya, Kamis (26/3/2020).

Karena jumlah kasus yang tinggi di dua kawasan tersebut, pemerintah atas nasehat Menteri Kesehatan, telah memutuskan untuk melaksanakan Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (Enhanced Movement Control Order) di Kampung Dato’ Ibrahim Majid dan Bandar Baharu Dato’ Ibrahim Majid di Simpang Renggam, Kluang, Johor.

“Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD) melibatkan 3.570 orang penduduk setempat, yang berasal dari 650 keluarga. Perintah ini akan berlaku mulai Kamis (26/3/2020) tengah malam ini hingga 9 April 2020,” jelasnya.

Tujuan PKPD untuk membendung berjangkitnya COVID-19, menular keluar dari kawasan tersebut. Langkah ini akan memperbolehkan aktivitas pendeteksian kasus dari rumah ke rumah, dilaksanakan selama 14 hari. “Dengan pelaksanaan perintah ini semua penduduk setempat dan pengunjung yang telah berada di kedua kawasan tidak dibenarkan keluar rumah sepanjang tempo PKPD berlaku,” katanya.

Tidak hanya isolasi untuk penduduk, semua aktivitas perniagaan dihentikan. Makanan utama untuk mencukupi kebutuhan selama 14 hari akan disediakan oleh Jabatan Kebajikan Masyarakat.

“Pangkalan perobatan (medical base) akan dibuka di kawasan PKPD, semua jalan keluar masuk kawasan PKPD ditutup. Bagi memastikan kepatuhan perintah ini Polis Diraja Malaysia (PDRM), Angkatan Tentara Malaysia (ATM), Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM) dan Jabatan Sukarelawan Malaysia (RELA) akan mengawal seluruh kawasan,” katanya.

Penduduk disebutnya, diminta untuk tenang dan bekerjasama sepenuhnya dengan petugas-petugas dari KKM, serta mematuhi semua arahan pihak pemerintah. (Ant)

Lihat juga...