Ruang Penyemprotan Disinfektan di Alun-Alun Purwokerto, Gunakan Cairan Aman

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Pemkab Banyumas membuat ruang penyemprotan disinfektan di jalan utama yang berada di depan Alun-Alun Purwokerto. Cairan untuk penyemprotan kendaraan baik roda dua maupun roda empat tersebut dipastikan aman, termasuk jika mengenai manusia.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, cairan disinfektan yang digunakan menggunakan kaporit yang kadarnya di atas air minum PDAM. Sehingga dipastikan aman untuk manusia.

“Kandungan chloor 65 persen adalah 0,3 kilogram per 1.000 liter air untuk disinfektan yang disemprotkan. Kandungan chloor tersebut dilarutkan dalam 1.000 liter air dan menghasilkan konsentrasi 200 ppm,” jelas Bupati, Selasa (31/3/2020).

Lebih lanjut Husein menjelaskan, ppm adalah istilah dalam ilmu kimia yaitu part per milion atau dapat diatikan perbandingan konsentrasi zat terlarut dan pelarutnya. Misalnya untuk dosis 1 ppm obat cair, maka obat tersebut digunakan 1 cc untuk 1.000.000 cc air.

Kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyumas, Irawadi, Selasa (31/3/2020) di halaman Pendopo Sipanji Purwokerto. -Foto: Hermiana E. Effendi

Sementara itu, Kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyumas, Irawadi mengatakan, nantinya seluruh kendaraan yang melintas harus melalui ruang penyemprotan disinfektan. Ruang tersebut berukuran lebar 8 meter dan panjang 20 meter. Awalnya ketinggian ruang tersebut 3,2 meter, namun saat uji coba ada kendaraan yang bagian atasnya tersangkut. Sehingga ruang penyemprotan ditinggikan menjadi 4 meter.

“Semua kendaraan yang melintas nanti harus masuk ke ruang disinfektan, baik roda empat maupun roda dua,” kata Irawadi.

Pengoperasian ruang penyemprotan ini, direncanakan sampai dengan wabah COVID-19 mereda.

“Untuk awalan ini, penyemprotan masih manual, tetapi nanti akan kita ganti dengan sistem penyemprotan otomatis,” terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Purwokerto, Dika mengatakan, dari beberapa situs berita ada yang mengatakan penyemprotan cairan disinfektan terhadap manusia berbahaya, sehingga ia merasa ragu jika harus melalui ruang penyemprotan tersebut.

“Seharusnya ada penjelasan dari Pemkab Banyumas terkait bahan-bahan yang digunakan untuk penyemprotan dan dipastikan aman untuk manusia, sehingga kami warga Purwokerto tidak ragu untuk melalui ruang penyemprotan tersebut,” tuturnya.

Dari pemantauan di lapangan, hingga sore hari ruang penyemprotan disinfektan masih dalam perbaikan. Beberapa petugas tampak membongkar bagian atap untuk ditinggikan, sehingga hari ini ruang penyemprotan belum mulai beroperasi.

Lihat juga...