Sampah Liar di Samping Rel Kereta Citeurep, Menumpuk

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Tumpukan sampah liar masih didapati di samping rel kereta tepatnya di lingkungan RW 07 Kampung Bojong, Kelurahan Puspanegara, Kecamatan Citeurep, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan  belum ada solusi permanen. 

Pasalnya meski berulang kali diangkut tapi tumpukan sampah kembali terjadi akibat masih kurangnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kondisi itu juga menjadi keluhan warga setempat yang berada di sekitar areal lokasi.

“Kondisi tersebut sudah cukup lama terjadi dan belum ada solusi. Meski dibersihkan setelah itu kembali terjadi. Kami sangat merasakan bau dan tidak nyaman,” ungkap Purwanto, warga Kampung Bojong, ditemui di rumahnya, Rabu (25/3/2020).

Dikatakan bahwa warga setempat sudah berupaya membantu dalam mengatasi persoalan sampah liar yang dibuang oleh warga dengan membuat tulisan larangan melalui spanduk. Tapi setiap hari sampah terus menggunung, orang tidak bertanggung jawab terus membuang sembarangan.

“Saya pastikan yang membuang sampah di situ rata-rata bukan warga setempat. jadi tempat ini seakan-akan tempat sampah umum,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah daerah  segera mengatasi hal ini agar tidak berlarut-larut hingga kondisi sampah kian mengunung. Diakuinya pemerintah dari kelurahan kerap membersihkan tapi kembali dijadikan tempat pembuangan sampah.

Dikonfirmas terpisah Lurah  Puspanegara, Suharto, mengakui persoalan sampah tersebut bukan hal baru. Pihak kelurahan, imbuhnya, pernah mengatasi persoalan sampah tersebut dengan melakukan pengangkutan.

“Kelurahan tak kan mampu mengatasi ini sepenuhnya. Karena ini kewajiban Pemda dan Dinas lingkungan Hidup,” tegasnya.

Suharto, mengaku terkait sampah tersebut sudah menyampaikan langsung ke Pemda. Namun belum ada tanggapan. Begitu pun imbauan kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan tapi tetap saja terjadi.

Diakuinya Kelurahan Puspanegara memiliki empat kampung ramah lingkungan dengan 13 bank sampah. Tapi tentunya tidak mampu untuk mengatasi persoalan sampah liar yang dibuang sembarangan oleh orang lalu lalang.

“Bank sampah yang ada fungsinya hanya untuk mengurangi beberapa persen saja dari sampah rumah tangga yang ada di lingkungan,” ujarnya.

Dia berharap kepada pemerintah daerah untuk segera turun tangan agar sampah- sampah itu cepat diangkat dan dibersihkan supaya tidak menganggu kenyamanan masyarakat setempat.

Pantauan Cendana News, lokasi sampah liar masuk areal rel kereta yang hanya dibatasi oleh tembok dengan warga. Sementara di sekitar lokasi tersebut terdapat jembatan penyeberangan lalulintas jalan raya.

Sampah yang dibuang didominasi sampah rumah tangga yang telah dibungkus aneka plastik. Tempat tersebut merupakan wilayah perbatasan antara Kelurahan Puspanegara dan Desa Gunung Putri.

Lihat juga...