Sebelum Wafat, Bob Hasan Ingin Ekonomi Tumbuh dari Desa

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Di balik pembawaannya yang tegas dan tidak jarang dianggap kasar oleh sebagian pihak, ternyata Bob Hasan memiliki hati yang lembut dan jiwa sosial yang tinggi. Kepeduliannya terhadap kaum miskin, khususnya di pedesaan tak diragukan, bersama Yayasan Damandiri, Bob Hasan berkomitmen menumbuhkan ekonomi rakyat.

“Saya pribadi dekat dengan Pak Bob setelah jadi menteri, sama-sama mengembangkan Yayasan Damandiri. Beliau sebagai ketua pembina yayasan, saya sebagai ketua yayasannya. Di sini kelihatan sekali bahwa beliau sangat mencintai masyarakat. Bahkan kepada saya beliau selalu berpesan agar masyarakat miskin ini terus dibantu, sebagaimana visi yayasan,” ungkap Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, Selasa (31/3/2020) di Jakarta.

Subiakto bercerita, sebelum wafat, Bob Hasan menyampaikan keinginannya membangun Desa Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Alasannya sederhana, dia ingin membalas kebaikan para pejuang kemerdekaan yang berjuang di wilayah tersebut, dengan mengembangkan ekonomi rakyat setempat.

“Beliau selalu menanyakan pengembangan Desa Cilongok Banyumas, Jawa Tengah. Dia ingin membangun desa itu, karena di sana tempat perjuangan para pejuang, seperti Pak Gatot Subroto,” ujar Subiakto.

Hingga saat ini, Damandiri terus ikut serta desa tersebut sebagaimana amanat Bob Hasan. Bahkan Damandiri melalui misi menciptakan Desa Cerdas Mandiri Lestari kini tengah membangun sejumlah pabrik, yakni pabrik kelapa, pabrik gula merah dan pabrik tapioka, serta menciptakan pertanian secara terpadu.

“Sebelum wafat, Pak Bob Hasan juga sebetulnya ingin mengundang Pak Jokowi untuk meresmikan pembangunan pabrik-pabrik tersebut,” tandas Subiakto.

Meski sosok Bob Hasan telah tiada, namun komitmen untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah pedesaan akan terus dijalankan oleh Yayasan Damandiri melalui sistem koperasi.

“Sejauh ini kita sudah punya 15 desa binaan yang kita kembangkan, puluhan ribu orang kita bantu melalui koperasi desa. Semua adalah adalah juga berkat arahan beliau,” tukasnya.

Di mata Subiakto, Bob Hasan memiliki jiwa kemimpinan yang kuat. Menurutnya, Bob Hasan selalu memberikan arahan umum, kebijakan yang universal, lalu memberi ruang bagi bawahannya untuk menerjemahkan arahan itu dan mengaplikasikannya dalam bentuk program kerja.

“Beliau memiliki visi (vision), nilai (value) dan keberanian (courage). Kalau tolak ukur kepemimpinan yang baik adalah tiga hal itu, maka beliau memiliki ketiga paketnya,” papar Subiakto.

Selain itu, Bob Hasan juga dikenal sangat dekat dengan Presiden Kedua RI, HM Soeharto. Keduanya bahkan sudah saling mengenal sejak Soeharto belum menjabat sebagai Presiden. Tak heran, jika banyak inspirasi yang diakui oleh Bob Hasan didapat dari Presiden Soeharto.

“Mereka dekat sejak Diponogoro. Jenderal Gatot Subroto yang mempertemukan keduanya. Bob Hasan adalah anak angkat Pak Gatot dan Pak Harto adalah anak buah Pak Gatot saat itu,” pungkas Subiakto.

Lihat juga...